Kamis, 24 September 2015
" DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG "
Sang Maha
Meliputi semua materi,
semua cahaya,
semua energi,
semua getaran,
semua daya,
semua gerak,
semua pikiran,
semua persepsi,
semua kehendak,
semua penglihatan,
semua pendengaran,
semua rasa,
semua waktu,
semua jarak,
semua dimensi,
semua ruang,
semua dunia,
semua akhirat,
semua syurga,
semua neraka,
semua wujud,
semua malaikat,
semua makhluk,
semua sifat,
semua baik,
semua buruk,
semua senang,
semua susah,
semua bahagia,
semua sedih,
semua aksara,
semua kata,
semua kalimat,
semua bunyi,
semua hidup,
semua mati,
semua nafas,
semua apa saja..,
bahkan meliputi semua
kesadaran…
RUANGAN yang merupakan realitas
dari sebuah kalimat sederhana yang
membawa kesadaran kita untuk
menafikan segala sesuatu,
LAA ILAHA..!.
Ruang yang tidak ada apa-apa lagi disitu yang bisa kita nafikan
(tiadakan). KOSONG…, HENING…,
ABADI…, AL BATHIN…, ALIF LAM
MIM…, NUN…
Masalahnya adalah, saat kita ingin
menyadari kekosongan ini, kita
dihadapkan pada banyak referensi
yang tidak mudah untuk dimengerti.
Kita digiring kepada pengetahuan-
pengetahuan yang rumit. Semakin
rumit ilmunya, maka itu dikatakan
semakin hebat. Makanya untuk
menemukan suasana kekosongan ini
saja, kita juga berumit-rumit ria.
Haruslah begini, haruslah begitu,
haruslah begiti, haruslah begito,
haruslah begita. Akhirnya kita jadi
pusing sendiri…
Padahal siapapun juga, siapa saja,
sebenarnya punya kesempatan yang
sama untuk bisa menyadari adanya
kekosongan abadi ini. Sesuatu yang
tidak perlu dicari-cari dan dibayang-
bayangkan. dan kosong kok dicari
dan dibayangkan?. Ya tidak bakalan
ketemu. Sebenarnya kita tinggal
DEKONSENTRASI…, KOSONG…, lalu
tunjuk saja INI, selesai sudah…
Kalau ada yang masih bingung juga,
maka sebuah teknik Sufi dan Para
Sahabat Nabi yang amat sederhana
berikut barangkali bisa dijadikan
sebagai alternatif cara yang patut
dicoba. Yaitu teknik NO CONFESS/
TIDAK MENGAKU. Ya…, tidak
mengaku…!. Apakah itu sulit. Jadilah
tidak mengaku pintar, tidak mengaku
hebat, tidak mengaku khusyu, tidak
mengaku bisa, tidak mengaku
tersiksa, tidak mengaku sedih, tidak
mengaku hidup, tidak mengaku ada,
tidak mengaku apa saja…
Dan bagaimana mau tidak mengaku
kalau selama ini kita diajarkan untuk
mengaku-ngaku. Ini milikku, ini
tanganku, ini dadaku, ini hartaku, ini
pintarku, ini bisaku, ini seribu
pengakuanku… Dan semua pengakuan
kita itu sudah karatan berada didalam
ceruk-ceruk memori otak kita.
Anehnya lagi, semakin kita tidak
mengaku, malah sebaliknya
pengakuan kita itu semakin pekat
muncul didalam pikiran kita. Saat kita
mengaku tidak hebat, maka yang
muncul didalam pikiran kita malah
kita yang hebat. Saat kita mengaku
tidak sombong dan angkuh, maka
yang muncul didalam pikiran kita
malah saya sombong dan angkuh.
Cobalah kalau tidak percaya.
So Insya Alloh Begitu..Pepatah Para
Al-Irsyad,Al-Ghauts,Alh-Ma’qul,Ahl-
Haqiqah,Ahl-allah dan Ahl-al Yaqn…
Ya Insya Alloh, kalau kita mencoba
untuk tidak mengaku itu dengan
pikiran kita. Untuk tidak mengaku itu,
kita masuk kedalam alam memori
pikiran kita. Bahwa untuk mengaku
tidak hebat itu caranya begini dan
begitu, untuk mengaku tidak
sombong itu kita harus begini dan
begitu. Hanya sekedar definisi-
definisi saja kesemuanya itu.
Padahal sombong itu adalah rasa.
Rasa sombong. Begitu juga dengan
rasa-rasa yang lainnya, seperti rasa
hebat, rasa angkuh, rasa bisa, rasa
hidup, rasa kaya, rasa ada… Dan
jadilah kita menjalankan rasa itu
dalam setiap langkah kehidupan kita.
Saat dada kita dilekati oleh rasa
angkuh, maka kita akan menjalankan
keseharian kita dengan rasa angkuh
itu. Kepada siapa saja kita akan
angkuh. Malah semakin lemah dan
rendah orang lain yang ada
dihadapan kita, maka rasa angkuh itu
akan semakin kental dan pekat pula
munculnya. Dan kita sangat-sangat
terbiasa masuk dan terikat dengan
rasa angkuh itu. Kita dililit oleh rasa
angkuh itu, seperti lilitan seekor ’ular
python’ yang super besar. Kita
terengah-engah seperti kesulitan
bernafas. Semakin dalam kita masuk
kedalam ruangan rasa angkuh itu,
semakin sesak pula nafas kita. Malah
sesak nafas kita itu akan lebih parah
lagi kalau ada orang lain yang
’menggemai’ (menyentuh) rasa
angkuh kita itu dengan rasa angkuh
miliknya, yang menurut kita rasa
angkuh dia jauh dibawah rasa angkuh
kita. Sesak dan menyiksa sekali.
Oleh sebab itu untuk memahami rasa
itu, Para Al-Hadrah Al-Uns/Maqom
Mabahtulloh janganlah gunakan mata,
telinga, lidah, dan kulit kita. Untuk itu
gunakanlah dada kita. So…, rasa
angkuh dan sombong, rasa mengaku
itu tadi, ternyata letaknya ada di
QOLBU kita.
Ada aku dan ada Di QOLBUKU. Aku
menjadi pengamat atas dadaku. Aku
menjadi terpisah dengan dadaku. Tuh
ada dadaku dibawahku. Aku berada
diatas dadaku, diatas semua rasa,
”balil insanu ’ala nafsihi bashirah”,(al
Qiyamah 14).
Perjalaan Haqeqat Ruhaniyah TajaliaH
Dan Sangat menakjubkan sekali…,
begitu kita berhasil menjadi
pengamat atas dada kita dengan arif,
kita seperti keluar dari dada kita. Kita
seperti berada diatas semua rasa kita.
Seketika itu pula kita akan terbebas
pula dari berbagai rasa pengakuan
yang tadinya menyergap kita. Sebab
aku ternyata adalah wujud yang tidak
pernah mengaku apa-apa, karena aku
memang tidak pernah terikat dengan
berbagai bentuk pengakuan. Aku
adalah wujud yang melampui semua
rasa pengakuan. Aku adalah wujud
yang semurni-murninya wujud, Ar
Ruh.
Aku adalah wujud yang tidak
terpengaruh oleh rasa senang
maupun sedih. Aku adalah diri yang
tidak terikat oleh rasa takut, rasa
khawatir ataupun rasa tenang. Aku
adalah wujud yang berada dalam
ruang kekosongan dari segala
pengakuan. Inilah makna Laa ilaha..
yang sebenarnya….quoting from the
Quran:
‘And give good tidings to the
humble.’ [al-Hajj, 22:34] (Wa-
bashshiri-lmukhbitin.)” Akulah Ar
Ruh yang sangat dekat dengan
Tuhan, Sang Pemilikku. INI…
Kalau sudah begini, kita tinggal
selangkah lagi saja untuk menjadi
seorang yang bertauhid, seorang
mukmin. Kita tinggal MEMANCAR
mengarah ke INI. Lalu panggil Sang
INI yang menyebut Diri-Nya dengan
Nama ALLAH…, sudah mukmin deh
kita.
Dan setelah itu kita siapkan saja
DADA kita untuk menerima berbagai
pemahaman dan pengajaran dari Allah
terhadap apa-apa yang tidak kita
ketahui. Karena Dia memang adalah
Sang Mengajarkan (Rabbi) kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya,
’allamal insaana maa lam ya’lam…’.
Masak sih nggak percaya?. Nantinya,
barulah setiap pengajaran yang kita
terima itu kita lihat di peta atau
referensi yang sudah ada. Kita sudah
sampai dimana, ada dimana, hendak
dibawa kearah mana, sedang
mengalami apa, sedang merasakan
apa, dan sebagainya.
Sekarang pintar-pintarnya kita saja
untuk mencari referensi yang terbaik
diantara referensi-referensi yang ada.
Kita mau pakai peta yang bagaimana
untuk meningkatkan kesadaran kita
dari hidup yang hanya sekedar
berkutat dengan wujud yang kosong
menjadi hidup yang penuh keheran-
heranan melihat pada yang kosong
ini ternyata ada keberartian, ada
keberadaan. ADA…
Peta terbaik, diantara peta-peta yang
ada, menurut saya adalah Al Qur’an.
Ya Insya Alloh… Al Qur’an. Peta yang
memuat ilmu tentang segala
keberadaan dan keberartian,
sekaligus juga ilmu tentang semua
ketidakberadaan dan ketidakberartian.
Nah…, bagi yang mau, ikuti sajalah
peta itu dengan telaten.
Setiap membaca sebuah ayat Al
Qur’an, misalnya yang menerangkan
tentang sebuah kebaikan, selalulah
lihat ke dalam DADA kita sendiri. Lalu
amatilah apakah suasana dada kita
itu sama dengan suasana yang
disebutkan oleh ayat Al Qur’an
tentang kebaikan tersebut. Karena
semua kebaikan pastilah punya
suasana yang khas didalam dada kita.
Kalau sama, maka kita namanya
sudah menjadi orang yang bersaksi
(syahid) terhadap kebenaran ayat
tentang kebaikan tersebut. Artinya
dada kita saat itu adalah Al Qur’an
itu sendiri. Al Qur’an yang berjalan
dibagian kebaikan.
Begitu juga saat kita membaca
sebuah ayat Al Qur’an tentang
keburukan, atau paling tidak tentang
serba kebingungan kita tentang
selendang Allah, misalnya, maka
buru-buru pulalah lihat DADA kita.
Amatilah suasana dada kita. Apakah
dada kita juga tengah penuh dengan
suasana keburukan atau serba
kebingungan tentang Allah?. Kalau
ya, maka namanya dada kita itu juga
sedang sama dengan Al Qur’an, tapi
dibagian yang tidak baiknya. Kita
telah menjadi Al Qur’an yang berjalan
tapi pada bagian tentang keburukan.
Jadi seperti apapun suasana DADA
kita itu (termasuk suasana isi otak
kita), pastilah sama dengan salah
satu atau banyak ayat-ayat al Qur’an.
Karena Al Qur’an memang adalah
gambaran dari segala kemungkinan
suasana dada dan otak seluruh umat
manusia dari zaman ke zaman. Oleh
sebab itu setiap kita membaca ayat Al
Qur’an, janganlah menganggap
bahwa ayat tersebut adalah untuk
orang lain. Jangan…!. Sebab ayat itu
adalah untuk diri kita sendiri. Agar
supaya kita menjadi saksi atas
kebenaran tentang adanya kebaikan
dan keburukan berikut dengan segala
suasananya yang ada.
Kalau sudah bersaksi, maka barulah
kita bisa menceritakan tentang apa-
apa yang kita persaksikan itu. Kalau
belum bersaksi, tapi kita sudah
berani-beraninya bercerita tentang
segala sesuatu yang suasananya
belum ada didalam dada kita, maka
manfaatnya nyaris tidak akan ada
bagi orang lain yang mendengarkan
atau membacanya. Paling hanya
sekedar akan menjadi ilmu semata
yang menyesaki otak mereka. Oleh
sebab itu Allah memperingatkan kita
bahwa:
”Amat besar kebencian di sisi Allah
bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tiada kamu kerjakan (alami)”.
(Ash Shaff 61:3)
Al Qur’an menegaskan bahwa ada
Allah yang meliputi segala sesuatu.
Oleh sebab itu siap-siaplah untuk
menerima kenyataan bahwa pada
kekosongan ini ternyata ada SANG
ADA, yang mengaku dengan sangat
tegas: ”innani anallah laa ilaha illa
ana fa’budni wa aqimish shalaata
lidzikri… Sesungguhnya Aku ini
adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang
hak) selain Aku, maka sembahlah Aku
dan dirikanlah shalat untuk
mengingat Aku.”, (Thaha 14).
Begitu SANG ADA menanamkan
pengertiannya didalam dada kita:
”innani anallah….”, maka tegaskanlah,
isbatkanlah: ILLA ALLAH…, ILLA
ANTA…, ILLA ANTA…, ILLA ANTA…,
Benar Ya Allah, Hanya Paduka saja
yang ada, hanya Paduka saja yang
hak, hanya Paduka saja yang ada …”.
ADA…, ADH DHAHIRU, DZA LIKAL
KITAB…
Kalau Sang Ada sudah bernyata
didepan kita, ADH DHAHIRU, ADA…,
maka barulah panggil Dia dengan
merendah-rendah:”Ya Allah…, Ya
Allah…, Ya Allah…”. Artinya, saat kita
memanggil Dia, kita tidak lagi
mengarahkan kesadaran kita kepada
materi apapun juga yang bisa
divisualkan, dibayangkan,
didengarkan, dirasakan, dan
diemosikan. Kita semata-mata
menghadapkan seluruh kesadaran
kita hanya dan hanya kepada WAJAH
ALLAH, Sang Ada…
Ya…, syahadat, sebagai pelajaran
pertama saat kita mengaku sebagai
seorang yang percaya (beriman
kepada Allah), adalah untuk
menyadari dengan UTUH dan PENUH
tentang: ”laa ilaha illaallah”. ALLAH…,
Dialah Al Bathinu, KOSONG, Alif Lam
Mim…, dan Dia pulalah Adh Dhahiru,
ADA….”. KOSONG Yang ABADI dan
sekaligus pula ADA Yang ABADI…
Atau dalam tatanan kalimat yang
sangat sederhana adalah: Aku tidak
akan pernah mengaku apapun juga,
biarlah Allah saja yang mengaku-
ngaku tentang apapun juga. Aku
tiada, yang ada adalah Allah. Kullu
man alaiha faanin, wa yabqa wajhu
rabbika (Al Rahman 26-27).
Lalu setiap saat SANG ADA akan
selalu menuntun kita untuk segera
mengaturkan sembah kepada-Nya.
Setiap kita memanggil-Nya: ”ya
Allah”, maka Dia akan tuntun kita:
”fa’budni, ya hamba-Ku, sembahlah
Aku…, mengabdilah kepada Aku…”.
Begitu kita panggil Dia: ”Ya Allah…”,
mata kita ditundukkan-Nya: ”Wahai
mata, merunduklah kepada-Ku.
Rasakanlah seperti apa yang juga
dirasakan oleh hamba-hamba-Ku
yang saleh lainnya tentang
bagaimana cara seharusnya hamba-
Ku menyembah-Ku. Merunduklah…”.
Dan matapun melepaskan bebannya
berupa butir-butir bening lembut
yang mengalir deras tak tertahankan.
Semakin kita panggil Dia, mata
kitapun semakin didudukkan-Nya
dalam posisi persembahan. Lihatlah
bagaimana mata kita menyembah
Tuhan-Nya dengan caranya sendiri.
Menangis. Biarkan sajalah sang mata
menyelesaikan prosesi
penyembahannya itu sampai tuntas.
Diam.
Saat kita panggil Allah, kulit kitapun
ditundukkan oleh Allah sendiri dalam
posisi persembahan kepada-Nya.
”Wahai kulit…, merunduklah kepada-
Ku…, fa’budni…”. Dan setiap inchi
kulit kitapun bergetar halus
menyampaikan sembah kepada-Nya.
Boleh jadi pada awalnya prosesi
tersungkurnya kulit kita itu dihadapan
Allah dengan getaran yang agak
kasar. Akan tetapi biarkan sajalah
kulit kita itu menyesesaikan tugasnya
sendiri dalam menyembah Allah.
Lihatlah betapa kulit kita bergetar,
bulu-bulu halus kita bergetar, tangan
kita bergetar, tubuh kita bergetar saat
mereka didudukkan oleh Allah dalam
posisi persembahan.
Tidak hanya itu, atom-atom tubuh
kitapun didudukkan Allah dalam
posisi persembahan kepada-Nya.
Atom-atom tubuh kita itu dibersihkan
dan dimandikan oleh Allah dengan
Nur dari-Nya: ”fahua ’alaa nuurin
mirrabbihi…”, sehingga sang atom
itupun seperti berubah menjadi kupu-
kupu yang menari riang menyambut
fajar yang sedang merekah bagi
sebuah kesempurnaan. Atom-atom
tubuh kita yang tadinya gelap karena
bekas-bekas keangkuhan, dosa-
dosa, dan kekotoran kita, dicelup
oleh Allah menjadi atom-atom yang
penuh oleh liputan cahaya iman,
islam, dan ihsan…
Biarkan sajalah proses itu
berlangsung untuk beberapa saat.
Karena sebenarnya saat itu kulit kita
dan atom-atom tubuh kita sedang
dituntun sendiri oleh Allah untuk
menuju posisi persembahannya yang
sebenarnya. Posisi TALINU (rileks,
lembut, bergetar halus). Diam.
Ketika kita terus memanggil Allah
dengan lembut, tubuh kitapun akan
dituntun sendiri oleh Allah untuk
menyampaikan sembah dan sujudnya
kepada Allah. ”wahai tubuh…,
warka’uni…, wasjudni…, waqtarib…,
rukuklah kepada-Ku, sujudlah
kepada-Ku, marilah mendekat…!”.
Dengan cara mulai dari yang agak
keras sampai kepada cara-cara yang
sangat santun dan halus, tubuh kita
akan dituntun oleh Allah untuk rukuk
dan sujud kepada Allah Sendiri.
Karena memang cara penyembahan
tubuh kita kepada Allah adalah
dengan cara itu. Rukuk dan sujud.
Ikuti sajalah prosesi penyembahan
tubuh kita kepada Allah ini sampai
selesai. Diam.
Begitulah, mata kita, kulit kita, tubuh
kita, dan bahkan hati (dada, sudur)
kita secara telaten dituntun sendiri
oleh Allah untuk menyembah Allah.
Dada kita akan direkahkan sendiri
oleh Allah untuk menjadi luas,
tenang, damai, dan tentu saja
bahagia. Kita hanya menikmati saja
kesemuanya itu dengan rasa
terheran-heran. Dan kalau sudah
begitu, maka kita tinggal ikuti saja
perintah Allah berikutnya, yaitu ”wa
aqimish shalaata lidzikri…”.
Ya…, dirikan sajalah shalat dalam
suasana mata, kulit, tubuh, dan dada
kita menyembah Allah dengan
caranya sendiri-sendiri. Tidak usah
diganggu. Dan kesemuanya itu akan
selalu membawa kita untuk ingat dan
sadar bahwa benar Allah adalah
Tuhan kita yang maha meliputi segala
sesuatu. Kita tinggal siap-siap saja
lagi untuk menerima pencerahan demi
pencerahan yang memang kita
butuhkan dalam hidup kita ini,
sebagai bekal kita dalam menjalankan
tugas kita sebagai wakil Allah, kurir
Allah, duta Allah dialam dunia ini. …
Jadi selalu begitu: KOSONG (al
bathinu, Alif Lam Mim),
DEKONSENTRASI, MEMANCAR KE
SINI, lalu siap-siaplah untuk
menyadari bahwa pada saat yang
sama ada SANG ADA (adh dhahiru,
dzaa likal kitab). KOSONG dan ADA,
Al Bathinu dan Adh Dhahiru, ya…
SATU. INI…!. Masak sih hanya sampai
ketemu yang KOSONG saja, ya
bingunglah jadinya. Kalau kosong,
ya… namanya baru sadar akan Al
Bathinu. Sampai ketemu ADA gitu
lho…, Adh Dhahiru. INI…
Jika Sang ADA sudah bernyata dalam
ketiadaan apapun juga (KOSONG),
maka kita tinggal bersiap-siap saja
lagi dituntun oleh ALLAH sendiri
untuk mengenal, memahami, dan
menyampaikan berbagai hal yang
berkaitan dengan kehidupan kita
sendiri. Karena Sang ADA memang
telah meletakkan dalam liputan-Nya
paling tidak sembilan puluh sembilan
(99) Nama-Nya yang menunjukkan
aktifitas-Nya (Af’al-Nya) dalam
menata seluruh alam yang diliputi-
Nya. Dimana ke 99 nama-Nya yang
menunjukkan sifat, selendang,
aktifitas, atribut-Nya itu tepat berada
dalam liputan-Nya sendiri. Sehingga
dengan gagah perkasa Dia berhak
bersabda: ”semua sebutan nama itu
adalah milik-Ku, oleh sebab itu
menghambalah kepada Aku saja…”.
Lalu kita perhambakan saja diri kita
kepada Dia. Ya…, kita ikuti saja
apapun permintaan-Nya ”seirama”
dengan mata kita, telinga kita, kulit
kita, dada kita, tubuh kita yang
dengan caranya sendiri-sendiri ikut
permintaan Allah pula, yaitu dengan
DIAM, TENANG, LEMBUT (TALINU).
Dan Allah kemudian menyatakan
bahwa posisi terbaik untuk
menghamba kepada-Nya adalah
dengan mendirikan SHALAT.
Karena shalat memang diperuntukkan
buat kita agar kita selalu bisa sadar
penuh kepada Allah. Dari awal shalat
(takbiratul ihram) sampai dengan
salam tidak sehirupan nafaspun kita
terjauhkan dari Allah. Dalam shalat
kita selalu diajak untuk memandang
Wajah Allah, memuja Allah, memuji
Allah, menyembah Allah, merukui
Allah menyujudi Allah, berbicara
dengan Allah, berdoa kepada Allah,
dan tentu saja untuk setiap aktifitas
kita itu pasti ada respon dari Allah,
karena Dia memang ADA…
”innani anallah laa ilaha illa ana
fa’budni wa aqimish shalaata lidzikri…
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah,
tidak ada Tuhan (yang hak) selain
Aku, maka meghambalah,
mengabdilah kepada Aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat
Aku.”, (Thaha 14).
Jadi ”laa ilaha illaallah” itu
sebenarnya bukanlah hanya sekedar
sebuah bacaan ringan dan berguman
dilidah dan dibibir saja. Tetapi itu
adalah sebuah proses yang sangat
lembut dan mengharukan yang
membawa kita mampu untuk menjadi
saksi atas diri kita yang kehilangan
segala pengakuan kita. Kosong,
diam, hening, abadi. Dan dengan
seketika itu pula kita akan menjadi
saksi bahwa pada Wujud Keabadian
itu ada SANG ADA, yang mengaku
namanya adalah ALLAH. Karena kita
bersaksi kepada-Nya, maka Dia pun
akan bersaksi pula kepada kita.
Karena Dia memang adalah Sang
Maha Bersaksi, Asy Syahiid. Setelah
itu kitapun siap-siap dan bersedia
untuk dijadikan-Nya sebagai
hambanya, pesuruhnya, abdi-Nya,
kurir-Nya dalam menyampaikan Sifat-
Nya dan Af’al-Nya untuk merahmati
manusia dan alam semesta disekitar
kita.
Pada waktu-waktu tertentu kita
tinggal duduk merendah-rendah,
bersimpuh, rukuk, sujud dan DIAM di
depan Wujud-Nya dalam ritual
SHALAT sebagai sarana kita untuk
minta pertolongan, minta petunjuk,
minta penilaian kepada-Nya atas
apa-apa yang akan dan yang sudah
kita kerjakan. Wasta’inu bish shabri
wash shalah…, mintalah pertolongan
kepada ku dengan SABAR (DIAM) dan
SHALAT…( Al Baqarah 45). Dan
pastilah dia akan memberikan
jawaban dalam bentuh ILHAM
(alhamaha), berupa solusi, jalan
keluar dari segenap masalah kita, dan
rezki dari pintu yang tidak kita
sangka-sangka. Akhirnya tidak ada
sikap lain yang bisa kita tunjukkan
kecuali sikap syukur kita, yang
kemudian dibalas berlipat kali oleh
Allah dengan Syukur dari-Nya.
Karena Dia memang adalah Asy
Syakuur, Sang Maha Bersyukur.
Sehingga akhirnya yang tersisa pada
diri kita hanyalah rasa IMAN yang
bertambah dan bertambah kepadanya.
Karena setiap rasa iman kita kepada-
Nya akan dibalasnya dengan Iman
dari-Nya. Sebab Dia memang adalah
Sang Maha Beriman, Al Mu’min.
Jadi proses laa ilaha illah itu ternyata
puncaknya adalah rasa IMAN kepada
Allah. Dengan kata lain, iman inilah
puncak ilmu spiritual yang
sebenarnya, yang sudah kita lupakan
sedemikian lamanya. Ya…, rasa Iman
kepada Allah lah ILMU YANG
TERTINGGI yang bisa kita dapatkan
dalam sebuah proses beragama.
Sedangkan hal-hal yang lainnya
hanyalah merupakan aktifitas yang
menandakan bahwa kita ini hanyalah
abdi Allah, hamba Allah, kurir Allah,
khalifah Allah yang diturunkan-Nya
kemuka bumi ini untuk berkarya dan
berperadaban.
Allah – glory be to Him and may He
be exalted! – has given inanimate
objects awareness and perception by
which they glorify their Lord. The
stones fall down out of fear of Him.
The mountains and trees prostrate.
The pebbles, water, and plants glorify
Him. All this is going on but we are
not aware of it. Allah the Great said,
“There is nothing which does not
glorify His praise, but you do not
understand their glorification”.
(Quran 17:44) The companions heard
the food that was being eaten
glorifying Allah. That was because the
companions had a transparency of
heart that does not now exist among
us. All these things are part of our
world and yet we are in complete
ignorance of them.
Truly in the heart there is a void that
can not be removed except with the
company of Allah. And in it there is a
sadness that can not be removed
except with the happiness of knowing
Allah and being true to Him. And in it
thereis an emptiness that can not be
filled except with love for Him and by
turning to Him and always
remembering Him And if a person
were given all of the world and what
is in it, it would not fill this
emptiness.
Bila Ada Kata yang Kurang Berkenan
Insya allah Semata-mata Hanya
Wujud Kebodohan Diri…. dan Ke alpaan
Semua Semua Diri, Sajatinya Tiada
Ilmu Tanpa Kepintaran, Tiada Bodoh
Tanpa Berilmu dan Beramal..
Mudah2n allah Memberkati Kita
semua. aamiin...
Selasa, 08 September 2015
o0______[][][][][][]
______________0o__
____________0o___
Sejatinya Cinta baik dibumi maupun
dilangit adalah kurnia Illahi semata,
waspadalah terhadap cinta... !
Cinta akan memakan hati seperti api
memakan kayu.
Apakah aku akan menemukan
cinta... ? sedangkan ujian belum aku
tempuh.
Apa yang aku simpan untuk
diriku akan lenyap, dan apa yang
aku berikan kepada yang lain akan
aku miliki selamanya.
Ya Allah…..
dimana lagikah dapat kutemui Cinta
Sejati kecuali pada cinta-Mu,
kemana lagikah hati ini harus
berlabuh kecuali pada kasih-Mu,
jadikanlah hati yang lemah ini
hanya tertambat kukuh hanya pada-
Mu.
Didalam seribu mimpiku yang
bertabur sepi yang mengantar
kepada-Mu, aku hanya ingin
ampunan dan terangilah jalanku.
Meski didunia ini tiada yang
sempurna, aku hanya memohon
dalam taubatku untuk diterangi
jalanku. Ku persembahkan
semuanya hanya kepada-Mu, dalam
jalanku yang rapuh membuka mata
hati mungkin aku telah lupa dalam
lelah dan resah kuteteskan air mata
kubersujud kepada-Mu.
Kuserahkan semua cintaku yang tak
setia dan tak sempurna ini hanya
kepada-Mu. Aku hanya mohon ridho
atas segenap keputusan-Mu,
kesejukan setelah matiku,
kenikmatan untuk memandang cinta
dan kerinduan terhadap cinta.
Ampunilah diri yang tak berharga ini
ya Allah…..
penuhilah kehinaannya dengan
keindahan magfirohmu, semua
tangis dan tawa terlukis dalam
hidupku, sebuah usaha akan aku
lakukan untuk belajar mengarifi
hidup dari jatuh bangunnya diri
meraih segenggam cinta….
Yang memberi kekayaan bathin
kepadaku, betapa penuh warna
perjalanan hidup ini karena cinta
yang ada pada diriku adalah fitrah-
Mu.
Do'a cinta..
Ya allah..
Anugrahkanlah aku cinta kepadaMu
Agar aku bisa mencintai orang-orang yang mencintaiMu..
Serta berikanlah aku amalan yang mendekatkan ku kepada cintaMu dan MAKRIFAT kepadaMu
Ya allah....
Senin, 07 September 2015
syair sufi
SYAIR CINTA SUFI RABIAH AL_ADAWIYAH AL_BASHRIAH
Syair 1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam
cintaMu
Hingga tak ada satupun yang
mengganguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang gemintang
berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur
lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun
berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku,
Engkau terima
Hingga aku berhak merengguk
bahagis
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku
dihimpit duka,
Demi kemaha kuasaanMu
inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusianMu,
Andai Kau usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh
kalbu
Syair 2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat
nanti,
Berikanlah kepada sahabat-
sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah
bagiku
Syair 3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap
masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di
dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga,
campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan
memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
Syair 4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat
Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala
kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau
Kehendaki
Syair 5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena
diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan
senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah
keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
Syair 6
Buah hatiku, hanya Engkau yang
kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang
datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan
dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai
selain dari Engkau
Syair 7
Hatiku tenteram dan damai jika aku
diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu
mengujiku
Kapan dapat kurenungi
keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum
terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di
dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji
bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah
bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga
kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu
Syair 8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari
udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah
yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan
keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk
yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi
dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan
karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah
Yang maha Mulia.”
Syair 9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang
dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas
hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika akku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia
Syair 1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam
cintaMu
Hingga tak ada satupun yang
mengganguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang gemintang
berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur
lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun
berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku,
Engkau terima
Hingga aku berhak merengguk
bahagis
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku
dihimpit duka,
Demi kemaha kuasaanMu
inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusianMu,
Andai Kau usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh
kalbu
Syair 2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat
nanti,
Berikanlah kepada sahabat-
sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah
bagiku
Syair 3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap
masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di
dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga,
campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan
memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
Syair 4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat
Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala
kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau
Kehendaki
Syair 5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena
diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan
senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah
keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
Syair 6
Buah hatiku, hanya Engkau yang
kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang
datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan
dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai
selain dari Engkau
Syair 7
Hatiku tenteram dan damai jika aku
diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu
mengujiku
Kapan dapat kurenungi
keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum
terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di
dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji
bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah
bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga
kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu
Syair 8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari
udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah
yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan
keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk
yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi
dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan
karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah
Yang maha Mulia.”
Syair 9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang
dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas
hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika akku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia
Kamis, 27 Agustus 2015
celoteh Joe Acek's
Diam
Merintih
Tertunduk
Membisu seribu bahasa
Keheningan Mencekam Jiwa
Menembus dalam Relung Sukma
Menghancurkan Seluruh Ego
Membongkar rata kedirian yang
tersisa...
Aku.. aku.. aku.. aku.. aku..
Siapakah aku ini..
Bisanya selalu mengaku dan
mengaku
Bisanya selalu merasa dan merasa
Dengan sombong berdiri tegak
seolah mampu
Dengan gagah membusungkan
dada seolah kuasa
Seakan diri bisa dan merasa bisa
melakukan sesuatu
Berkarya.. mencipta.. berbuat dan
berusaha..
Hmm.. semua itu semu
Semua itu palsu
Semua itu bohong belaka..
La hawla walla quwata illa billa
Aku ini lemah ya ALLAH…
Lemah Tiada daya dan upaya..
Bahkan untuk bergerakpun ku
tiada mampu
Apalagi untuk mencipta dan
berkarya..
Sungguh yaa Allaaaaaah..
Kusadari dengan sesadar-sadarnya
kelemahan diri ini
Semua terjadi hanya karena IZINMU
yaaa ALLAAAH
Tiadalah diri ini selain Engkau
yang berkehendak dan berkuasa
Tanpa semua itu adalah
KEBOHONGAN BESAR
Tanpa semua itu adalah diri..
diri yang Tertipu..
Yaaa Allaaaaah
Dalam Kelemahan ini ku terdiam
Memuja KebesaranMU
Dalam Kefakiran ini ku tertunduk
Membersihkan KakiMU
Dalam Kehinaan ini ku tertegun
Melihat KemulianMU
Dalam Kepapaan ini ku menangis
Terpesona KebesaranMU
Dalam Kegaiban ini ku hilang
lenyap dalam Penyaksian..
La hawla walla quwata illa billa
Yaa Allaaaah..
inilah diriku yang sebenar benarnya
La hawla walla quwata illa billa
Yaa Allaaaah..
inilah aku.. aku.. aku..
Datang ke dunia sendiri tiada
memiliki apapun dalam
kelemahan..
Pulang nantipun sendiri tiada
memiliki apapun dalam
kelemahan..
Sesungguhnya Hidup di duniapun
sendiri tiada memiliki apapun
dalam kelemahan..
Mengapa.. mengapa.. begitu
bodohnya aku..
Seolah hidup Kuasa dan Memiliki
segalanya
Semua Duniawi tersimpan erat kuat
dalam hati
Padahal HATI hanya untukmu ya
ALLAH
Padahal HATI bukan untuk DUNIA
Begitu bodohnya aku selama ini ya
ALLAH
Begitu Tolol tiada menyadari
semua ini..
Diam
Merintih
Tertunduk
Membisu seribu bahasa
Keheningan Mencekam Jiwa
Menembus dalam Relung Sukma
Menghancurkan Seluruh Ego
Membongkar rata kedirian yang
tersisa
Akhirnya kumengetahui
Akhirnya kumengerti
Akhirnya kumemahami
Akhirnya kutemukan frekwensi
bathinnya
Akhirnya kutemukan frekwensi
dalam Hidup yang meliputi
La hawla walla quwata illa billa
Lemah.. lemah.. semakin lemah
tiada daya dan upaya
Lenyap.. lenyap.. akhirnya lenyap..
dan lenyaaaap
Hilang semua hanyalah sebuah
KETIADAAN yang ABADI..
Sabtu, 22 Agustus 2015
Wahai Jiwa-Jiwa Yang Tenang
Ditengah dinginnya udara tengah
malam, ku dengar tangis mu makin dalam,....
dalam hangatnya dekapan bunda sampai engkau pun tidur terdiam,
Dalam belai kasih seluas samudera
sang bunda bergumam,
anakku,..
engkau baru akan terbit
sedang kami menuju tenggelam.
Karena Cinta ku ikhlaskan diri yang
indah jadi berantakan,
karena cinta jua beban sembilan
bulan bunda tahankan,
karena cinta jua kupertaruhkan jiwa
di gerbang kematian,
dan yang berada dalam ridhoku
adalah Ridhonya Tuhan.
Di setiap tempat dan saat,
kulantunkan doa agar engkau selamat,
arungi hidup sebagai hamba Tuhan
yang taat dan selalu tabah hadapi penderitaan bagaimanapun berat.
Anakku,...
ayah dan mama berdoa agar engkau
selalu dilindungi para malaikat.
Dalam cahaya matamu yang suci
ku titipkan kasih yang tiada bertepi.
Kasih yang tak mampu di saiingi oleh
luas dan dalamnya bahari,
Yang kelak akan kubawa sampai
datangnya mati, sebagai sebuah janji yang pasti,
anakku,... Si permata hati kami...
Anakku...,
bila saatnya ayah dan mama tiada,
warisi cintaku dan tanam ia di dalam
dada, ukirlah bagai kidung suci yang
seirama dan senada,
Karena dengan itu, nuranimu akan
hidup dan selalu ada.
anakku,...
ingatlah selalu hanya pada
Ilahi tangamu tengadah.
Lewat Tengah Malam
Kuantar anak2ku ke pintu gerbang,
dengan doa dan kasih sayang,
walau badan penat karena berbagai
halang rintang,
aku rela asal mereka tak pernah lupa
sembahyang.
...Sering kali mereka lalai dan alpa,
melaksanakan tugas sebagai
khalifah,
selalu dan selalu kuingatkan
mereka,
sholat lima waktu adalah pelita.
Jaga selalu pelita jangan sampai
padam,
sebelum badan babak belur
karena disiksa malaikat dikubur
anak2ku...
jagalah iman jangan
sampai tenggelam....
Jumat, 21 Agustus 2015
SYAIR CINTA SANG PENGEMBARA
Ass... Wr.. Wb..
Shollallahu ala muhammad saw
Pengantar...
Pada bahagian pertama berkisah
tentang seorang pemuda yang haus
kebenaran, belajar menjadi musafir
dalam kefakirannya tidak mampu
memahami hakekat "cinta". Masa
remaja yang baru tumbuh dan ingin
berjuang membentuk jadi diri mencari
sinar kebenaran sejati.
I
Seorang murid tersipu,
menghadap sang guru dengan wajah
tertunduk malu,
wajahnya menekur,dadanya berat
dihimpit pertanyaan memburu,
dengan suara gemetar dan nyaris tak
terdengar dia berkata :"wahai guru,
Bolehkah daku tanyakan sesuatu
yang merampas keikhlasan &dan
merapuhkan jiwaku?
Dengan mata arif yang telah dilatih
oleh penderitaan dan usia yang
panjang sang guru berkata,
Anakku, perkara apakah yang
meruntuhkan kukuhnya menara
ketegaran dalam jiwa?
tanya apa yang membuat matamu
pancarkan cahaya hati yang patah?
dan membuat ibadahmu tak lagi
tertata?
Dengan suara yang nyaris tak
terdengar,sang murid berkata:
"aku ingin bertanya padamu tentang
cinta"
yang mampu meruntuhkan takhta,
Membuat majenun laila,
Menumpahkan darah,
Membuat orang rela jadi sengsara,
Membuat orang tegar menahan
perihnya duka lara,
Menjadikan seorang Napoleon
menjadi panglima pengembara.
II
Sambil tersenyum arif sang guru
menjawab,
apakah yang engkau maksud adalah
cinta yang berselimut syahwat?
Cinta yang mengharubirukan milyaran
manusia menjadi bagaikan seekor
hewan yang kuat?
Dari hari ke minggu,minggu ke
bulan,bulan ke tahun,bekerja mencari
harta sampai jasadnya kelak dimakan
ulat?
Ataukah cinta yang dimiliki oleh para
malaikat kepada Tuhan yang
sepanjang masa mengenal adanya
ganjaran syahwat?
Anakku,
Dalam kehidupan Tuhan telah ajarkan
kita tentang pilihan bentuk cinta,
Dari lebah jantan yang berkurban
untuk generasinya engkau berkaca,
ataukah bagaikan seekor kera yang
memaknai cinta sebagai "bercinta",
atau pada laba-laba yang rela jasad
dimakan hanya demi cinta semata?
Ataukah cinta sesaat bagai cinta
seekor ayam yang pandai bermain
mata?
Jiwa sang murid bergetar,dadanya
tersedan,telinganya berdengung,
tak sanggup ia menjawab
ungkapan-ungkapan sang guru
agung,
matanya nanar,dihadapkan pada
tanya yang membuatnya bingung,
Sambil tersenyum arif sang guru
berkata : Pergilah engkau merenung!
III
Sang murid pergi undur diri sambil
tundukkan kepala menekur.
Ia merenung, mencari jawaban di
ujung kuntum bunga-bunga mekar.
Dicarinya jawab pada tetes hujan
yang jatuh bersama dentuman petir
menggelegar.
Berhari-hari ia menyendiri mencari
jawaban ditengah gelapnya malam
dan tepi samudera yang lebar.
Ia berjalan,duduk,berbaring dan
bertanya pada alam tentang sebuah
kesejatian.
Cinta mana yang membuat anak
burung didalam sarang menunggu
sang induk pulang kala petang
menjelang.
Cinta yang membuat Al-Bara bin
Malik rela menyongsong ribuan
sayatan mata pedang demi jalani
sebuah kesyahidan.
Ataukah cinta ibu yang rela bangun
di malam dingin 'tuk membujuk
bayinya yang menangis kelaparan dan
ketakutan.
Terbayang ia akan harumnya kisah
cinta Rabiatul Adawiyah telah terukir
ribuan tahun dalam sejarah.
Ataukah Ibrahim bin Adham yang
tinggalkan kemewahan istana,mencari
cinta Ilahi sebagai pengembara.
Wujud cinta yang membuat manusia,
hewan, tumbuhan rela menanggung
kepedihan dan penderitaan demi
sebuah kebahagiaan sebagai buah
cinta yang menggelora.
Sebuah kesejatian yang berada di
atas wilayah nafsu amarah.
IV
Detik demi detik waktu berlalu,namun
jawaban hakiki belum tersusun jua.
Ia temukan ulat yang berpuasa tujuh
hari demi kemuliaan bertransformasi
kupu-kupu yang indah.
Juga temukan ular yang terbaring
pasrah,karena menahan kepedihan
kulitnya tersayat mili demi mili untuk
menjadi diri baru yang lebih kuat dan
perkasa.
Inikah sebuah jawab?kepedihan yang
berbuah kemuliaan dan hidup yang
jaya?
Semakin hari, matanya kian terbuka
memandang apa yang tersembunyi
dibalik fakta dan realita.
Ternyata cinta memberikan energi
yang dahsyat dalam putaran roda
sang waktu di dunia.
Yang membuat keridhoan menerima
sakit,derita,keperihan,lapar,dahaga,dan
keterpencilan bagai sebutir debu di
angkasa.
Itukah cinta?
Tapi,semua ini belum memberi
jawaban pasti terhadap pertanyaan
sang guru.
Ia telah menangkap rumitnya
keindahan cinta setiap makhluk di
segala penjuru.
Ada cinta yang hanya memberi,hanya
menerima,bertarung,kepuasan sesaat,
serta pengorbanan nyawa yang
membuatnya terharu.
Ia pun datang kembali pada sang
guru,tanpa membawa sebuah jawaban
baru.
V
Guru!!!
Aku datang padamu dalam jiwa yang
semakin bingung,
tak kutemukan jawaban tunggal
tentang cinta baik dilembah atau
dipuncak tingginya gunung,
semua berkarateristik!dengan
bersimetrinya kesetiaan dan
pengorbanan, kebinasaan dan
keabadian, simbiose,dan kesucian
yang agung.
guru,ajarkan padaku tentang
cinta,suaranya bergetar mengandung
keletihan yang luasbiasa,
mendengung!
Sang guru berujar dengan bijak.
Anakku,... cinta yang kau temukan
barulah sekelumit kecil dari interaksi
cinta diluasnya jagat.
Ada relasi cinta yang sederhana
seperti di dunia binatang buas,hanya
syahwat untuk berkembangbiak,
seperti kanibalisme seperti pada
kalajengking yang mengorbankan
setiap bagian tubuhnya sampai habis
demi kelanjutan generasi kelak,
bukan!semua hanya serpihan retak.
Tuhan telah ajarkan pada kita tentang
agungnya sebuah transaksi,
Para Mujahid, pengembara Sejak
zaman Iskandar Agung, Tarik bin
Ziad, dan seluruh penakluk telah
tunjukkan keagungan diri.
Sebuah pengorbanan yang ribuan
tahun telah tinta emas sejarah dalam
menegakkan misi suci,
tegakkan pilar-pilar kebenaran Ilahi.
Namun juga tak salah dengan para
pencinta Tuhan dalam ekspresikan
cinta,
ungkapan ratap,doa,bisikan tercurah
bercampur tetesan airmata,
Hatinya menembus jauh melebihi
ruang galaksi di jagat raya,
dengan madah, Wahai
Ilahi...Engkaulah yang kupuja.
VI
Muridku...
Cinta yang baik bukan
sebuah pilihan tunggal dalam
kerangka masa yang pasti akan
binasa,
tapi ia berada dalam simetri ruang
dan waktu duniawi tempat sang
hamba berada,
apakah ia manusia, hewan, tumbuhan
ataupun makhluk ciptaan lainnya,
nisbi,karena semua bergantung warna
dan kebutuhannya,
dan yang abadi,hanya cinta Sang
Pencipta.
Muridku...
Berhentilah berlari mencari
makna dari apa yang diciptakan,
mintalah defenisi dan muitara hakekat
cinta pada-Nya yang menciptakan,
agar engkau tak letih mengusir anjing
yang menggonggong
mengejarmu,mintalah pada
pemiliknya untuk mendiamkan.
Atau seperti kuda liar yang
melemparkanmu dari sanggurdi, maka
mintalah sang pawang untuk
menjinakkan.
Anakku...
Kelak tatkala tabir kegelapan materi
telah membuka matamu tentang
sebuah hakekat,
ternyata segala yang besar dalam
pandangan mata tak lebih mulia dari
seekor lalat,
sebab itu mulailah pengembaraan
hakikimu sebelum terlambat,
pasrahkan hidupmu pada Sang
Pemilik Jagat...
Jumat, 17 Juli 2015
l
bismillahirrohmanirrohim...
assalamualaikum wahai sahabatku
di manapun berada semoga selalu
dirahmati allah tuhan segenap
raya, dalam kesempatan kali ini
akan saya babarkan dan saya
perkenalkan nur muhammad dan
siapa itu nur muhammad,
bagaimana terciptanya dan apa
nama nur muhammad sebelum
bernama nur muhammad, akan
saya tulis di sini secara lengkap
penciptaan nur muhammad
berawal dari dzat wajibal wujud
(allah) yang masih
tersembunyi,tidak di kenal, tidak
diketahui,dan belum ada yang
menyembah, dzat wajibal wujud
(allah) adalah sosok yang
menzahirkan dzat nya sendiri dan
ketika itu belum ada sesuatu
apapun
(waktu,masa,tempat,ruang,agyar)
hanya diriNYA sendiri tiada yang
lain, ketika itu dzat wajibal wujud
(allah) berfirman "aku adalah
bagai istana yang tersembunyi
tiada yang mengetahui dan tiada
yang mengenal,maka aku
membuat sesuatu yang lain agar
aku bisa dikenal" dari firman ini
allah teringin menciptakan
sesuatu yang selain dirinya (kala
itu allah belum bernama allah),
maka allah bertajalli dan
terjadilah A'YAN KHORJIAH
ketika itu allah dzat wajibal
wujud bernama AH (alif , ha') lalu
allah bertajalli lagi dan muncullah
A'YAN TSABITAH,ketika itu allah
dzat wajibal wujud bernama HU
(ha' , waw) kemudian allah
bertajalli lagi dan terciptalah NUR
MUHAMMAD, ketika itu lah dia
dzat wajibal wujud bernama allah,
maka sekarang terciptalah sesuatu
selain diriNYA yaitu
ruang,waktu,tempat,dan makhluk
yang baru tercipta yaitu nur yang
orang orang sekarang disebut nur
muhammad, kala itu nur
muhammad belumlah bernama
nur muhammad
ketika allah hendak membuat
dzat yang selain diriNYA untuk
supaya dzat baru tersebut
mengenal allah, maka allah
mengambil segenggam dari nur
sifat jamalNYA, lalu segenggam
nur sifat jamalnya itu di genggam
dan allah berkata kepada
segenggam nurNYA itu "KUNI
MUHAMMADAN" lalu terciptalah
dzat baru yaitu nur yang bernama
muhammad, di alam ZATUL BUHTI
itu hanyalah ada dua dzat saja
yaitu allah dan nur muhammad,
keduanya serupa indah namun tak
sama,tak sama namun serupa,
ketika nur muhammad baru
tercipta maka nur muhammad
terpukau kagum dengan nur dzat
yang ada didepanya itu yaitu nur
dzatnya allah, saking terpukaunya
maka nur muhammad berkata
"ALLAH HUMMA" itulah kata kata
pertama nur muhammad sekaligus
kata yang pertama sekali terucap
oleh makhluk yang paling pertama
di alam raya, nur muhammad
berkata ALLAH HUMMA karena
terpukau dengan keindahan nur
dzat nya allah yang ada
didepannya itu, karena nur
muhammad merasa teramat sama
nurnya dengan nur allah yang ada
didepannya (nur allah) maka nur
muhammad berkata "siapa tuhan
dan siapa hamba? " maka allah
menjawab kata kata nur
muhammad tadi "dimanapun aku
sembunyi maka kau tak akan
dapat menemukan aku tanpa
petunjukku dan dimanapun kau
sembunyi aku akan tetap
menemukanmu karena kau dari
aku " lalu nur muhammad
menjawab " kau tuhan dan aku
hamba" lalu allah berkata "aku
ada karena kau ada dan kau ada
karena aku ada" lalu allah
berkata DZOHIRU ROBBI WAL
BATHINU ABDI "yang telah zahir
adalah tuhan dan yang masih
bathin adalah hamba
(muhammad)" dan nur
muhammad menjawab ILLALLAH
HU ALLAH HUWA RUHUM "hanya
allah dialah allah yang penyayang
(itulah kalimah bathin nur
muhammad) lalu allah berkata
"alastu birobbikum" bukankah
aku tuhanmu? lalu nur
muhammad menjawab "bala
warobbuna laillah haillallah" iya
kau tuhanku la ilaha illallah, lalu
nur muhammad bersaksi HU
DZATULLAH ASYHADU ALLA
ILAHA ILLALLAH "dialah dzat
allah aku bersaksi bahwa tiada
tuhan yang maujud melainkan
hanya allah" itulah yang
memisahkan mana nur allah dan
nur muhammad, dan allah
menjawab kesaksiannya WA
ASYHADU ANNA
MUHAMMADARRASULULLAH "dan
saya(allah) bersaksi bahwa
muhammad rasul allah, dari
sinilah pertama kalinya allah
meresmikan bahwa nur
muhammad adalah rasul (itulah
dua kalimah syahadat diri nur
muhammad/syahadat nur
muhammad, kemudian nur
muhammad mengucapkan la ilaha
illallah muhammad wujudullah, la
ilaha illallah nuri haqqullah la
ilaha illallah muhammad
astagfirullah xxxxxxxxxxxxx
(itulah 3 kalimah tauhid yang
diucapkan nur muhammad lalu
dilanjutkan dengan sholawat
semula jadi nur muhammad yang
saya clossed itu, itulah induk dari
segala sholawat yang effect nya
memancarkan aura nur
muhammad)
_________________________________
_________________________________
_______________
Untuk Melengkapi Artikel
MAKRIFAT NUR MUHAMMAD di
atas akang akan kupas tuntas dan
Insya Allah Barokah wawasan yg
pernah saya tahu juga dari
berbagai sumber sekedar untuk
bahan menambah wawasan jadi
seandainya ada yg tdk sefaham
terlebih
dulu saya meminta maaf karena
niat saya hanya ingin berbagi dan
berharap manfaat khususnya
untuk pengunjung blog ini.
....(NUR KUN HU DZULLAH)
Syahadat Kosong, alam masih
belum ada apa2
(JIBU) kecuali rahasia sirr,
namanya la sautin wala harfin =
tidak
bersuara dan tidak berhuruf
(..xxx..) artinya Aku Adalah Aku
atau Dia
Adalah Dia, yg merupakan nama
bathin hanya satu kata tapi
bermakna
syahadat dan berarti beberapa
kata, yg menjadi rahasia dan
dikeramatkan. Seandainya dibuka
atau dipaparkan tentu saja
bukanlah
rahasia lagi tapi jadi rahasia
umum namanya.
( Dalam buku Mencari Nama
Tuhan Yang ke 100 penulis
menyebut nama itu
adalah Ahad artinya Maha Satu-
Satunya, satu kata tapi bermakna
syahadat, satu kata tapi artinya
beberapa kata Maha Satu-Satunya
jadi
artinya bukan esa atau satu
karena satu pasti ada dua, tiga dst,
AHAD
adalah nama dzohir Allah yg ke
100 yg termaktub dalam surah al
Ikhlas
bukan al Ahad bukan pula Al
Wahid, nama itulah yg jadi
amalan atau
wirid salah seorang sahabat
Rasulullah yg mendapat kemulian
yg begitu
besar bahkan dalam sebuah
riwayat bahwasanya Rasulullah
mendengar
suara terompah/ sandal sahabat
Rasulullah Bilal bin Rabah di
surga (
Bilal bin Rabah adalah seorang
budak negro yg dibebaskan dan
menjadi
muslim lalu menjadi 10 sahabat yg
dijamin masuk surga, Bilal bin
Rabah
adalah muadzin/ tukang adzan
pertama).
Yang merupakan nama Allah juga
terdapat dalam Alquran adalah
HAIRUL
MAKIRIN bukan termasuk dalam
Asmaul Husna.
Nur yang awal2 adalah Nur
Habibi ( Bahwasanya yang
pertama-tama
terjadi pada Diriku sesudah Nur
yang awal2 adalah Nur Habibi)
atau
Dzat Allah, daripada NurNya
dengan berfirman KUN yg
menerbitkan Nur
Muhammad.
(NUR KUN "HU DZATULLAH")
Syahadat Diri Nur Muhammad,
yang merasa
bahwa dirinya Tuhan karena
belum tahu ada Allah sehingga
mendengar
firman ALASTU BIROBBIKUM, Nur
Muhammad terpukau dengan
segala
keindahan yg dilihatnya sehingga
terucap ALLAHUMMA.
(NUR KUN ILLA HUWA HAQ)
Syahadat Bathin, pengakuan
tentang Allah Yang
Maha Haq. Sehingga abadilah
syahadat karena ada KHOLIK dan
MAKHLUK
yaitu Syahadat Allah " LAA ILAHA
ILLALLAH" dan Syahadat Rasul
"MUHAMMAD RASULULLAH".
( Di zaman nabi Musa AS juga ada
yg termaktub dalam Alquran "
INNANI
ANALLAHU" Syahadat Awal Allah
ketika nabi Musa AS berdialog
langsung
di bukit Thursina, sebelum
syahadat nabi Musa "LAA ILAHA
ILLALLAH
MUSA KALAMULLAH" . Ada pula
syahadat nabi yg lain seperti
syahadat
nabi Ibrahim AS "LAA ILAHA
ILLALLAH IBRAHIM
KHOLILULLAH". Syahadat
nabi Isa AS "LAA ILAHA
ILLALLAH ISA RUHULLAH dll).
Terucap pula firman pengasihan
Allah kepada Nur Muhammad
( DZOHIRU
ROBBI WALBATHINU ABDI dalam
riwayat lain ada tambahan
ILLALLAH
HUWALLAH HUWA RUHUM)
dalam sebuah riwayat juga
dikatakan DZOHIRU ROBBI
WALBATHINU ABDUH artinya
Zahir Tuhan itu ada pada Bathin
HambaNya (di
dalam Ilmu Hakikat. Ilmu Hakikat
inilah yang sebenarnya untuk
meng-Esakan Allah, dengan
mengenal Diri agar bisa sempurna
untuk
mengenal Allah SWT).
Maka, Nur Muhammad memuji
diri sendiri kepada Nur Habibi
yang awal2.
Dzikir Nur yang awal2 yaitu :
"LAA ILAHA ILLALLAH
MUHAMMAD WUJUDULLAH"
"LAA ILAHA ILLALLAH NUR
HAQQULLAH"
"LAA ILAHA ILLALLAH
MUHAMMAD ASTAGHFIRULLAH"
Maka terucaplah shalawat Nur
Muhammad yg pertama 'KUN
SHOLLI ALA
MUHAMMAD" kepada alam
semesta yg disambut dengan
SHOLALLAHU ALAIHI
WASSALAM.
Daripada Nur Muhammad pula
Arsy, Lauhul Mahfud dan alam
semesta
tercipta serta Nabi Adam dan diri
kita.
Syech Abdul Asysyahrani
Rahimahullah Alaihi berkata :
"INNALLAHA
KHALAQA RUHUN NABI SAW MIN
DZATIHI WAKHALAQAL 'ALAAMI
MINNURI MUHAMMAD
SAW."
Artinya " Sesungguhnya Allah
telah menjadikan Roh Nabi
Muhammad dari
pada Dzat Allah dan sekalian
Alam ini dijadikan dari pada Nur
Muhammad
SAW ".
Ada beberapa syahadat lagi yg
terdapat di dalam Suluk Sujinah
( suluk
ini terdiri dari tujuh pupuh yg
membahas seputar ilmu tasawuf
seperti
Nur Muhammad,roh dll). Saya
tuliskan sinopsis dari Suluk
Sujinah dalam
pupuh pertama yaitu Pupuh
Asmaradana mengenai syahadat
tujuh dan
syahadat tiga.
Adapun syahadat tujuh adalah,
Syahadat orang awam, yaitu
asyhadu an la ilaha illa Allah wa
asyhadu
anna Muhammadan rasulullah.
Syahadah al-tariqah, yaitu la
ma'budah illa Allah,
Syahadah haqiqah, yaitu la
maujuda illa Allah,
Syahadah ma'rifah, yaitu la
ya'rifu illa Allah.
Syahadat batin, yaitu Allah-Allah
jero ciptane/ di dalam ciptaannya,
Syahadat gaib, yaitu yahu-yahu,
dan Syahadah barzah, yaitu haq-
haq.
Sedangkan syahadat tiga adalah,
syahadat muta'awwilah
(permulaan) ialah syahadat lafal
yang dikerjakan
lahir batin, yaitu syahida ilahu
annahu la ilaha illa huwa,
syahadah mutawassithah
(pertengahan), lafalnya, syahidina
'ala anfusina,
dan syahadah muta'ahhirah
(terakhir), lafalnya, la ilaha illa
huwa.
Syahadat yang dipergunakan
sehari-hari disebut syahadat
syari'ah,
lafalnya la ilaha illa Allah
Muhammad Rasulullah.
Ada pula yang lain Syahadat yang
di pakai oleh Ahli Bai'at yaitu
"ASYHADU ALLA ILAHA
ILLALLAHU
MUHAMMADURRASULULLAH".
Mungkin masih ada beberapa
syahadat lain lagi seperti syahadat
diri,
syahadat ruh dll yg bisa jadi
banyak versi tapi saya rasa cukup
tulisan di atas tentang macam2
syahadat.
Bersipat nur muhammad ini yaitu
menyembah,maujud nur
muhammad ini yaitu
yatimullah,nur tak ber ibu tak ber
bapak yang dulu pernah menzahir
ke dalam batang tubuh nabi Isa
alaihissallam,beribu tahun setelah
itu maujud pula zahir nur
muhammad ini ke dalam batang
tubuh sayyidina muhammad
sallallahi alaihi wassallam,zahir
nya nur yatimullah ini dalam
batang tubuh nabi isa telah
membimbing beliau menyatu dan
selaras dengan ALLAH,begitu pula
zahir nya nur ini pada batang
tubuh baginda nabi muhammad
telah merujuk rasullallah atas
seijin ALLAH dalam pencarian
beliau akan tauhid dan agama
sejati ini yaitu islam,kedua nabi
ini adalah sarang dari nur
muhammad yang maujud dalam
bentuk zahir yang boleh di
katakan nur muhammad nya
bangun secara sempurna di
sempurnakan ALLAH semata
mata.
Namun jangan di duga bahwa
pada makhluk ALLAH lainnya nur
muhammad ini tak dapat bangun
secara utuh,nur muhammad itu
haq dari semua makhluk ALLAH
yang hendak menemukan
sejatinya khalifah dan tujuan ia di
ciptakan,di dalam nur muhammad
itu terkandung berjuta juta gen
tuhan/sipat sipat ilahi,qodrat dan
quwwata ALLAH,bagi siapa saja
makhluk yang dapat
menghujamkan sedikit demi
sedikit quwwata ALLAH dalam
nur muhammad itu kepada setiap
jaringan tubuhnya maka ia secara
otomatis akan dapat mencicipi
quwwata itu langsung dari induk
nur muhammad yaitu NUR ALLAH
SEMATA MATA.
NUR MUHAMMAD ini memiliki
nama asal mula sebelum ia
bernama nur muhammad,ia
terdiri atas 7 nama yang tersebut
oleh makhluk pada setiap berada
pada sarangnya,7 nama nur
muhammad ini tersebut setiap ia
sampai pada setiap alam
ketuhanan/alam langit tuhan,pada
alam pertama atau langit pertama
(arasy) nur muhammad ini
bernama NUR QASAM,ia belum
bersipat makhluk dan belum
berwujud selain hanya nur semata
mata yang masih bersanding
dengan nur ALLAH,QASAM lah ia
karena belum bersipat
makhluk,qasamlah jua ia karena
belum berupa dan berbentuk,pada
saat ini nur ALLAH itu sendiri
yang berpecah belah memisah
dari nurrullah semata mata,dua
sipat namun satu zat.
Pada alam langit ke dua nur
muhammad ini bernama NUR
KALAM,ia sudah bersipat makhluk
bukan lagi bersipat nurullah
walaupun belum berbentuk
makhluk,nur kalam sudah zahir
kepada bentuk kalimat kalimat
ilahi yaitu kalimat "KUN FA
YAKUN".
Pada alam langit ke 3 nur
muhammad ini bernama NUR
JAMAL,nur ini sudah memiliki
sipat dan sudah memilik bentuk
rupa makhluk yaitu sipat dan
kehendak ALLAH/sipat JAMAL
ALLAH,apa itu sipat jamal yaitu
sipat ALLAH berzikir memuji ke
esa an nya semata mata.
Pada alam langit ke 4 nur
muhammad ini bernama asal mula
NUR JALAL yaitu nur yang terdiri
dari bentu zahir sipat jalal ALLAH
yaitu sipat berkehendaknya
ALLAH akan makhluknya.
Pada langit ke 5 nur muhammad
ini bernama NUR BAYA PUTIH,nur
ini sudah zahir sebenar wujud
dalam bentuk dan rupa
makhluk,ia sudah bersipat
selayaknya makhluk ALLAH awal
yaitu menyembah dan menyadari
siapa sesembahannya,nur baya
putih meneteskan makhluk
lainnya berbentuk cahaya
makhluk yaitu malaikat dan
cahaya alam semesta, pada masa
ini nur baya putih sudah
menyadari secara utuh bahwa ia
kini utuh sebagai makhluk dan
ALLAH adalah yang di
sembahnya,pada masa ini lah
bermulanya semua malaikat dan
alam semesta ini berzikir dan
menyembah,Pada alam langit ke 6
nur muhammad ini bernama asal
mula NUR MUHAMMAD,yaitu nur
yang di tancapkan oleh malaikat
JIBRIL ke dalam jiwa batang badan
nabi adam sebagai
penyempurnaan dari awal adam
di ciptakan,pada alam ke 6 ini nur
muhammad telah utuh menjadi
sebenar benar makhluk ALLAH
yaitu manusia yang bernama
ADAM,hampir semua malaiat
mengenal malaikat jibril dengan
nama malaikat rahmad/ahmad
sehingga nur yang begitu
sempurna yang ia tancapkan
kepada batang badan adam tadi di
kenal dengan nama nur
muhammad atau nur yang ALLAH
serahkan kepada malaikat rahmad
untuk di tancapkan kepada adam.
Adam turun ke muka bumi ini
sama saja dengan nur muhammad
tadi bermula hidup dan berada di
alam bumi yaitu alam langit ke
7,nur muhammad benar benar
sudah utuh sebagai modal utama
dari hidup manusia pertama itu
dalam menjadi khalifah di muka
bumi ini,nur yang bernama
muhammad dalam batang badan
nabi adam ini lah yang sebenar
benar khalifah atau penguasa
bumi yang ALLAH serahkan
kepadanya berbagai sipat
quwwata ALLAH itu sendiri,adam
adalah manusia tak ber ibu tak
ber bapak,adam adalah makhluk
YATIM PIATU,nur muhammad
yang ada dalam batang badannya
ialah selahir senyawa dengannya
pula,siti hawa hingga 7 keturunan
beliau mengetahui bahwa nur
muhammad dalam tubuh nabi
adam itu adalah nur yatim piatu
jua,nur itu bersipat tunggal dari
tuhan yang maha tunggal,hingga
sampai pada jaman nabi sulaiman
nur yang di tancapkan oleh
malaikat rahmad/jibril ini
bernama NUR YATIMULLAH,maka
oleh itu semua nabi selalu dan
rasul selalu menyayangi dan
melindungi anak yatim musabab
di dalam badan dan jiwa anak
yatim yang belum baligh itu
terdapat nur muhammad yang
tengah masak masaknya,nur
muhammad yang tengah masak
masaknya ini/berbangun
sempurna jika anak yatim itu
berdoa maka doa nya di kabulkan
ALLAH,jika dia marah maka itu
marahnya ALLAH.
Kami perturunkan syariat
membangunkan nur muhammad
dalam.batang badan kita masing
masing secara sendiri tak perlu
bergantung kepada siapapun
musabab nur muhammad ini utuh
pada hakikatnya dalam setiap
makhluk bernyawa dan selama
kita tidak meninggalkan
sembahyang/menyembah kepada
ALLAH maka nur muhammad ini
telah kita minta langsung
ijazahnya kepada ALLAH semata
mata.
Pertama berwudhuklah,lakukan
sembahyang hajat dua
rakaat,setelah selesai silahkan di
hapalkan SHOLAWAT RUH NUR
MUHAMMAD yang biasa di baca
oleh nabi sulaiman dalam
membangunkan nur muhammad di
badan beliau atau Akang pernah
Coba bisa juga melafalkan
Sholawat Nuridzat
Teks Sholawat Rûh Nabi adalah
sebagai berikut:
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﯽ ﺭﻭﺡ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻓﯽ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﻭﻋﻠﯽ
ﺟﺴﺪﻩ ﻓﯽ ﺍﻷﺟﺴﺎﺩ ﻭﻋﻠﯽ ﻗﺒﺮﻩ ﻓﯽ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﻋﻠﯽ ﺍﻟﻪ
ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Allâhumma sholli ‘alâ rûhi Sayyidinâ
Muhammadin fîl arwâhi wa ‘alâ
jasadihî fîl ajsâdi wa ‘alâ qobrihî fîl
qubûri wa ‘alâ âlihî wa shohbihî wa
sallim
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada
ruh Nabi Muhammad saw, diantara
semua ruh, kepada jasadnya diantara
semua jasad, kepada kuburnya
diantara semua kubur, dan
limpahkanlah pula rahmat dan
keselamatan kepada keluarganya dan
sahabatnya.
Para ulama ahli hadits, ahli Alqauran,
ahli berjamaah sholat lima waktu, dan
juga ahli tahajud mengatakan,
“Seorang Muslim, Mukmin, dan
Muhsin yang banyak membaca
sholawat ini, insyâ Allâh, akan mimpi
bertemu dengan Nabi Muhammad
saw. Ia juga bisa bermimpi bertemu
dengan ibu, bapak, mertua, suami,
istrinya yang sudah meninggal.”
Bacalah sholawat ini setiap malam,
terutama malam jum’at. Saat
membacanya sebaiknya dalam
keadaan memiliki wudlu.
bismillahirrohmanirrohim...
assalamualaikum wahai sahabatku
di manapun berada semoga selalu
dirahmati allah tuhan segenap
raya, dalam kesempatan kali ini
akan saya babarkan dan saya
perkenalkan nur muhammad dan
siapa itu nur muhammad,
bagaimana terciptanya dan apa
nama nur muhammad sebelum
bernama nur muhammad, akan
saya tulis di sini secara lengkap
penciptaan nur muhammad
berawal dari dzat wajibal wujud
(allah) yang masih
tersembunyi,tidak di kenal, tidak
diketahui,dan belum ada yang
menyembah, dzat wajibal wujud
(allah) adalah sosok yang
menzahirkan dzat nya sendiri dan
ketika itu belum ada sesuatu
apapun
(waktu,masa,tempat,ruang,agyar)
hanya diriNYA sendiri tiada yang
lain, ketika itu dzat wajibal wujud
(allah) berfirman "aku adalah
bagai istana yang tersembunyi
tiada yang mengetahui dan tiada
yang mengenal,maka aku
membuat sesuatu yang lain agar
aku bisa dikenal" dari firman ini
allah teringin menciptakan
sesuatu yang selain dirinya (kala
itu allah belum bernama allah),
maka allah bertajalli dan
terjadilah A'YAN KHORJIAH
ketika itu allah dzat wajibal
wujud bernama AH (alif , ha') lalu
allah bertajalli lagi dan muncullah
A'YAN TSABITAH,ketika itu allah
dzat wajibal wujud bernama HU
(ha' , waw) kemudian allah
bertajalli lagi dan terciptalah NUR
MUHAMMAD, ketika itu lah dia
dzat wajibal wujud bernama allah,
maka sekarang terciptalah sesuatu
selain diriNYA yaitu
ruang,waktu,tempat,dan makhluk
yang baru tercipta yaitu nur yang
orang orang sekarang disebut nur
muhammad, kala itu nur
muhammad belumlah bernama
nur muhammad
ketika allah hendak membuat
dzat yang selain diriNYA untuk
supaya dzat baru tersebut
mengenal allah, maka allah
mengambil segenggam dari nur
sifat jamalNYA, lalu segenggam
nur sifat jamalnya itu di genggam
dan allah berkata kepada
segenggam nurNYA itu "KUNI
MUHAMMADAN" lalu terciptalah
dzat baru yaitu nur yang bernama
muhammad, di alam ZATUL BUHTI
itu hanyalah ada dua dzat saja
yaitu allah dan nur muhammad,
keduanya serupa indah namun tak
sama,tak sama namun serupa,
ketika nur muhammad baru
tercipta maka nur muhammad
terpukau kagum dengan nur dzat
yang ada didepanya itu yaitu nur
dzatnya allah, saking terpukaunya
maka nur muhammad berkata
"ALLAH HUMMA" itulah kata kata
pertama nur muhammad sekaligus
kata yang pertama sekali terucap
oleh makhluk yang paling pertama
di alam raya, nur muhammad
berkata ALLAH HUMMA karena
terpukau dengan keindahan nur
dzat nya allah yang ada
didepannya itu, karena nur
muhammad merasa teramat sama
nurnya dengan nur allah yang ada
didepannya (nur allah) maka nur
muhammad berkata "siapa tuhan
dan siapa hamba? " maka allah
menjawab kata kata nur
muhammad tadi "dimanapun aku
sembunyi maka kau tak akan
dapat menemukan aku tanpa
petunjukku dan dimanapun kau
sembunyi aku akan tetap
menemukanmu karena kau dari
aku " lalu nur muhammad
menjawab " kau tuhan dan aku
hamba" lalu allah berkata "aku
ada karena kau ada dan kau ada
karena aku ada" lalu allah
berkata DZOHIRU ROBBI WAL
BATHINU ABDI "yang telah zahir
adalah tuhan dan yang masih
bathin adalah hamba
(muhammad)" dan nur
muhammad menjawab ILLALLAH
HU ALLAH HUWA RUHUM "hanya
allah dialah allah yang penyayang
(itulah kalimah bathin nur
muhammad) lalu allah berkata
"alastu birobbikum" bukankah
aku tuhanmu? lalu nur
muhammad menjawab "bala
warobbuna laillah haillallah" iya
kau tuhanku la ilaha illallah, lalu
nur muhammad bersaksi HU
DZATULLAH ASYHADU ALLA
ILAHA ILLALLAH "dialah dzat
allah aku bersaksi bahwa tiada
tuhan yang maujud melainkan
hanya allah" itulah yang
memisahkan mana nur allah dan
nur muhammad, dan allah
menjawab kesaksiannya WA
ASYHADU ANNA
MUHAMMADARRASULULLAH "dan
saya(allah) bersaksi bahwa
muhammad rasul allah, dari
sinilah pertama kalinya allah
meresmikan bahwa nur
muhammad adalah rasul (itulah
dua kalimah syahadat diri nur
muhammad/syahadat nur
muhammad, kemudian nur
muhammad mengucapkan la ilaha
illallah muhammad wujudullah, la
ilaha illallah nuri haqqullah la
ilaha illallah muhammad
astagfirullah xxxxxxxxxxxxx
(itulah 3 kalimah tauhid yang
diucapkan nur muhammad lalu
dilanjutkan dengan sholawat
semula jadi nur muhammad yang
saya clossed itu, itulah induk dari
segala sholawat yang effect nya
memancarkan aura nur
muhammad)
_________________________________
_________________________________
_______________
Untuk Melengkapi Artikel
MAKRIFAT NUR MUHAMMAD di
atas akang akan kupas tuntas dan
Insya Allah Barokah wawasan yg
pernah saya tahu juga dari
berbagai sumber sekedar untuk
bahan menambah wawasan jadi
seandainya ada yg tdk sefaham
terlebih
dulu saya meminta maaf karena
niat saya hanya ingin berbagi dan
berharap manfaat khususnya
untuk pengunjung blog ini.
....(NUR KUN HU DZULLAH)
Syahadat Kosong, alam masih
belum ada apa2
(JIBU) kecuali rahasia sirr,
namanya la sautin wala harfin =
tidak
bersuara dan tidak berhuruf
(..xxx..) artinya Aku Adalah Aku
atau Dia
Adalah Dia, yg merupakan nama
bathin hanya satu kata tapi
bermakna
syahadat dan berarti beberapa
kata, yg menjadi rahasia dan
dikeramatkan. Seandainya dibuka
atau dipaparkan tentu saja
bukanlah
rahasia lagi tapi jadi rahasia
umum namanya.
( Dalam buku Mencari Nama
Tuhan Yang ke 100 penulis
menyebut nama itu
adalah Ahad artinya Maha Satu-
Satunya, satu kata tapi bermakna
syahadat, satu kata tapi artinya
beberapa kata Maha Satu-Satunya
jadi
artinya bukan esa atau satu
karena satu pasti ada dua, tiga dst,
AHAD
adalah nama dzohir Allah yg ke
100 yg termaktub dalam surah al
Ikhlas
bukan al Ahad bukan pula Al
Wahid, nama itulah yg jadi
amalan atau
wirid salah seorang sahabat
Rasulullah yg mendapat kemulian
yg begitu
besar bahkan dalam sebuah
riwayat bahwasanya Rasulullah
mendengar
suara terompah/ sandal sahabat
Rasulullah Bilal bin Rabah di
surga (
Bilal bin Rabah adalah seorang
budak negro yg dibebaskan dan
menjadi
muslim lalu menjadi 10 sahabat yg
dijamin masuk surga, Bilal bin
Rabah
adalah muadzin/ tukang adzan
pertama).
Yang merupakan nama Allah juga
terdapat dalam Alquran adalah
HAIRUL
MAKIRIN bukan termasuk dalam
Asmaul Husna.
Nur yang awal2 adalah Nur
Habibi ( Bahwasanya yang
pertama-tama
terjadi pada Diriku sesudah Nur
yang awal2 adalah Nur Habibi)
atau
Dzat Allah, daripada NurNya
dengan berfirman KUN yg
menerbitkan Nur
Muhammad.
(NUR KUN "HU DZATULLAH")
Syahadat Diri Nur Muhammad,
yang merasa
bahwa dirinya Tuhan karena
belum tahu ada Allah sehingga
mendengar
firman ALASTU BIROBBIKUM, Nur
Muhammad terpukau dengan
segala
keindahan yg dilihatnya sehingga
terucap ALLAHUMMA.
(NUR KUN ILLA HUWA HAQ)
Syahadat Bathin, pengakuan
tentang Allah Yang
Maha Haq. Sehingga abadilah
syahadat karena ada KHOLIK dan
MAKHLUK
yaitu Syahadat Allah " LAA ILAHA
ILLALLAH" dan Syahadat Rasul
"MUHAMMAD RASULULLAH".
( Di zaman nabi Musa AS juga ada
yg termaktub dalam Alquran "
INNANI
ANALLAHU" Syahadat Awal Allah
ketika nabi Musa AS berdialog
langsung
di bukit Thursina, sebelum
syahadat nabi Musa "LAA ILAHA
ILLALLAH
MUSA KALAMULLAH" . Ada pula
syahadat nabi yg lain seperti
syahadat
nabi Ibrahim AS "LAA ILAHA
ILLALLAH IBRAHIM
KHOLILULLAH". Syahadat
nabi Isa AS "LAA ILAHA
ILLALLAH ISA RUHULLAH dll).
Terucap pula firman pengasihan
Allah kepada Nur Muhammad
( DZOHIRU
ROBBI WALBATHINU ABDI dalam
riwayat lain ada tambahan
ILLALLAH
HUWALLAH HUWA RUHUM)
dalam sebuah riwayat juga
dikatakan DZOHIRU ROBBI
WALBATHINU ABDUH artinya
Zahir Tuhan itu ada pada Bathin
HambaNya (di
dalam Ilmu Hakikat. Ilmu Hakikat
inilah yang sebenarnya untuk
meng-Esakan Allah, dengan
mengenal Diri agar bisa sempurna
untuk
mengenal Allah SWT).
Maka, Nur Muhammad memuji
diri sendiri kepada Nur Habibi
yang awal2.
Dzikir Nur yang awal2 yaitu :
"LAA ILAHA ILLALLAH
MUHAMMAD WUJUDULLAH"
"LAA ILAHA ILLALLAH NUR
HAQQULLAH"
"LAA ILAHA ILLALLAH
MUHAMMAD ASTAGHFIRULLAH"
Maka terucaplah shalawat Nur
Muhammad yg pertama 'KUN
SHOLLI ALA
MUHAMMAD" kepada alam
semesta yg disambut dengan
SHOLALLAHU ALAIHI
WASSALAM.
Daripada Nur Muhammad pula
Arsy, Lauhul Mahfud dan alam
semesta
tercipta serta Nabi Adam dan diri
kita.
Syech Abdul Asysyahrani
Rahimahullah Alaihi berkata :
"INNALLAHA
KHALAQA RUHUN NABI SAW MIN
DZATIHI WAKHALAQAL 'ALAAMI
MINNURI MUHAMMAD
SAW."
Artinya " Sesungguhnya Allah
telah menjadikan Roh Nabi
Muhammad dari
pada Dzat Allah dan sekalian
Alam ini dijadikan dari pada Nur
Muhammad
SAW ".
Ada beberapa syahadat lagi yg
terdapat di dalam Suluk Sujinah
( suluk
ini terdiri dari tujuh pupuh yg
membahas seputar ilmu tasawuf
seperti
Nur Muhammad,roh dll). Saya
tuliskan sinopsis dari Suluk
Sujinah dalam
pupuh pertama yaitu Pupuh
Asmaradana mengenai syahadat
tujuh dan
syahadat tiga.
Adapun syahadat tujuh adalah,
Syahadat orang awam, yaitu
asyhadu an la ilaha illa Allah wa
asyhadu
anna Muhammadan rasulullah.
Syahadah al-tariqah, yaitu la
ma'budah illa Allah,
Syahadah haqiqah, yaitu la
maujuda illa Allah,
Syahadah ma'rifah, yaitu la
ya'rifu illa Allah.
Syahadat batin, yaitu Allah-Allah
jero ciptane/ di dalam ciptaannya,
Syahadat gaib, yaitu yahu-yahu,
dan Syahadah barzah, yaitu haq-
haq.
Sedangkan syahadat tiga adalah,
syahadat muta'awwilah
(permulaan) ialah syahadat lafal
yang dikerjakan
lahir batin, yaitu syahida ilahu
annahu la ilaha illa huwa,
syahadah mutawassithah
(pertengahan), lafalnya, syahidina
'ala anfusina,
dan syahadah muta'ahhirah
(terakhir), lafalnya, la ilaha illa
huwa.
Syahadat yang dipergunakan
sehari-hari disebut syahadat
syari'ah,
lafalnya la ilaha illa Allah
Muhammad Rasulullah.
Ada pula yang lain Syahadat yang
di pakai oleh Ahli Bai'at yaitu
"ASYHADU ALLA ILAHA
ILLALLAHU
MUHAMMADURRASULULLAH".
Mungkin masih ada beberapa
syahadat lain lagi seperti syahadat
diri,
syahadat ruh dll yg bisa jadi
banyak versi tapi saya rasa cukup
tulisan di atas tentang macam2
syahadat.
Bersipat nur muhammad ini yaitu
menyembah,maujud nur
muhammad ini yaitu
yatimullah,nur tak ber ibu tak ber
bapak yang dulu pernah menzahir
ke dalam batang tubuh nabi Isa
alaihissallam,beribu tahun setelah
itu maujud pula zahir nur
muhammad ini ke dalam batang
tubuh sayyidina muhammad
sallallahi alaihi wassallam,zahir
nya nur yatimullah ini dalam
batang tubuh nabi isa telah
membimbing beliau menyatu dan
selaras dengan ALLAH,begitu pula
zahir nya nur ini pada batang
tubuh baginda nabi muhammad
telah merujuk rasullallah atas
seijin ALLAH dalam pencarian
beliau akan tauhid dan agama
sejati ini yaitu islam,kedua nabi
ini adalah sarang dari nur
muhammad yang maujud dalam
bentuk zahir yang boleh di
katakan nur muhammad nya
bangun secara sempurna di
sempurnakan ALLAH semata
mata.
Namun jangan di duga bahwa
pada makhluk ALLAH lainnya nur
muhammad ini tak dapat bangun
secara utuh,nur muhammad itu
haq dari semua makhluk ALLAH
yang hendak menemukan
sejatinya khalifah dan tujuan ia di
ciptakan,di dalam nur muhammad
itu terkandung berjuta juta gen
tuhan/sipat sipat ilahi,qodrat dan
quwwata ALLAH,bagi siapa saja
makhluk yang dapat
menghujamkan sedikit demi
sedikit quwwata ALLAH dalam
nur muhammad itu kepada setiap
jaringan tubuhnya maka ia secara
otomatis akan dapat mencicipi
quwwata itu langsung dari induk
nur muhammad yaitu NUR ALLAH
SEMATA MATA.
NUR MUHAMMAD ini memiliki
nama asal mula sebelum ia
bernama nur muhammad,ia
terdiri atas 7 nama yang tersebut
oleh makhluk pada setiap berada
pada sarangnya,7 nama nur
muhammad ini tersebut setiap ia
sampai pada setiap alam
ketuhanan/alam langit tuhan,pada
alam pertama atau langit pertama
(arasy) nur muhammad ini
bernama NUR QASAM,ia belum
bersipat makhluk dan belum
berwujud selain hanya nur semata
mata yang masih bersanding
dengan nur ALLAH,QASAM lah ia
karena belum bersipat
makhluk,qasamlah jua ia karena
belum berupa dan berbentuk,pada
saat ini nur ALLAH itu sendiri
yang berpecah belah memisah
dari nurrullah semata mata,dua
sipat namun satu zat.
Pada alam langit ke dua nur
muhammad ini bernama NUR
KALAM,ia sudah bersipat makhluk
bukan lagi bersipat nurullah
walaupun belum berbentuk
makhluk,nur kalam sudah zahir
kepada bentuk kalimat kalimat
ilahi yaitu kalimat "KUN FA
YAKUN".
Pada alam langit ke 3 nur
muhammad ini bernama NUR
JAMAL,nur ini sudah memiliki
sipat dan sudah memilik bentuk
rupa makhluk yaitu sipat dan
kehendak ALLAH/sipat JAMAL
ALLAH,apa itu sipat jamal yaitu
sipat ALLAH berzikir memuji ke
esa an nya semata mata.
Pada alam langit ke 4 nur
muhammad ini bernama asal mula
NUR JALAL yaitu nur yang terdiri
dari bentu zahir sipat jalal ALLAH
yaitu sipat berkehendaknya
ALLAH akan makhluknya.
Pada langit ke 5 nur muhammad
ini bernama NUR BAYA PUTIH,nur
ini sudah zahir sebenar wujud
dalam bentuk dan rupa
makhluk,ia sudah bersipat
selayaknya makhluk ALLAH awal
yaitu menyembah dan menyadari
siapa sesembahannya,nur baya
putih meneteskan makhluk
lainnya berbentuk cahaya
makhluk yaitu malaikat dan
cahaya alam semesta, pada masa
ini nur baya putih sudah
menyadari secara utuh bahwa ia
kini utuh sebagai makhluk dan
ALLAH adalah yang di
sembahnya,pada masa ini lah
bermulanya semua malaikat dan
alam semesta ini berzikir dan
menyembah,Pada alam langit ke 6
nur muhammad ini bernama asal
mula NUR MUHAMMAD,yaitu nur
yang di tancapkan oleh malaikat
JIBRIL ke dalam jiwa batang badan
nabi adam sebagai
penyempurnaan dari awal adam
di ciptakan,pada alam ke 6 ini nur
muhammad telah utuh menjadi
sebenar benar makhluk ALLAH
yaitu manusia yang bernama
ADAM,hampir semua malaiat
mengenal malaikat jibril dengan
nama malaikat rahmad/ahmad
sehingga nur yang begitu
sempurna yang ia tancapkan
kepada batang badan adam tadi di
kenal dengan nama nur
muhammad atau nur yang ALLAH
serahkan kepada malaikat rahmad
untuk di tancapkan kepada adam.
Adam turun ke muka bumi ini
sama saja dengan nur muhammad
tadi bermula hidup dan berada di
alam bumi yaitu alam langit ke
7,nur muhammad benar benar
sudah utuh sebagai modal utama
dari hidup manusia pertama itu
dalam menjadi khalifah di muka
bumi ini,nur yang bernama
muhammad dalam batang badan
nabi adam ini lah yang sebenar
benar khalifah atau penguasa
bumi yang ALLAH serahkan
kepadanya berbagai sipat
quwwata ALLAH itu sendiri,adam
adalah manusia tak ber ibu tak
ber bapak,adam adalah makhluk
YATIM PIATU,nur muhammad
yang ada dalam batang badannya
ialah selahir senyawa dengannya
pula,siti hawa hingga 7 keturunan
beliau mengetahui bahwa nur
muhammad dalam tubuh nabi
adam itu adalah nur yatim piatu
jua,nur itu bersipat tunggal dari
tuhan yang maha tunggal,hingga
sampai pada jaman nabi sulaiman
nur yang di tancapkan oleh
malaikat rahmad/jibril ini
bernama NUR YATIMULLAH,maka
oleh itu semua nabi selalu dan
rasul selalu menyayangi dan
melindungi anak yatim musabab
di dalam badan dan jiwa anak
yatim yang belum baligh itu
terdapat nur muhammad yang
tengah masak masaknya,nur
muhammad yang tengah masak
masaknya ini/berbangun
sempurna jika anak yatim itu
berdoa maka doa nya di kabulkan
ALLAH,jika dia marah maka itu
marahnya ALLAH.
Kami perturunkan syariat
membangunkan nur muhammad
dalam.batang badan kita masing
masing secara sendiri tak perlu
bergantung kepada siapapun
musabab nur muhammad ini utuh
pada hakikatnya dalam setiap
makhluk bernyawa dan selama
kita tidak meninggalkan
sembahyang/menyembah kepada
ALLAH maka nur muhammad ini
telah kita minta langsung
ijazahnya kepada ALLAH semata
mata.
Pertama berwudhuklah,lakukan
sembahyang hajat dua
rakaat,setelah selesai silahkan di
hapalkan SHOLAWAT RUH NUR
MUHAMMAD yang biasa di baca
oleh nabi sulaiman dalam
membangunkan nur muhammad di
badan beliau atau Akang pernah
Coba bisa juga melafalkan
Sholawat Nuridzat
Teks Sholawat Rûh Nabi adalah
sebagai berikut:
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﯽ ﺭﻭﺡ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻓﯽ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﻭﻋﻠﯽ
ﺟﺴﺪﻩ ﻓﯽ ﺍﻷﺟﺴﺎﺩ ﻭﻋﻠﯽ ﻗﺒﺮﻩ ﻓﯽ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﻋﻠﯽ ﺍﻟﻪ
ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Allâhumma sholli ‘alâ rûhi Sayyidinâ
Muhammadin fîl arwâhi wa ‘alâ
jasadihî fîl ajsâdi wa ‘alâ qobrihî fîl
qubûri wa ‘alâ âlihî wa shohbihî wa
sallim
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada
ruh Nabi Muhammad saw, diantara
semua ruh, kepada jasadnya diantara
semua jasad, kepada kuburnya
diantara semua kubur, dan
limpahkanlah pula rahmat dan
keselamatan kepada keluarganya dan
sahabatnya.
Para ulama ahli hadits, ahli Alqauran,
ahli berjamaah sholat lima waktu, dan
juga ahli tahajud mengatakan,
“Seorang Muslim, Mukmin, dan
Muhsin yang banyak membaca
sholawat ini, insyâ Allâh, akan mimpi
bertemu dengan Nabi Muhammad
saw. Ia juga bisa bermimpi bertemu
dengan ibu, bapak, mertua, suami,
istrinya yang sudah meninggal.”
Bacalah sholawat ini setiap malam,
terutama malam jum’at. Saat
membacanya sebaiknya dalam
keadaan memiliki wudlu.
Baiklah kali ini saya coba tuliskan
sesuai dengan faham atau yg pernah
saya tahu atau belajar baik dengan
guru atau dari sumber lain, untuk
referensi silahkan cari artikel lain yg
membahas tentang pembangkitan
Nur Muhammad yg saya kira banyak
bertebaran di dumay.
Semua alam semesta tercipta awal
dari Nur Muhammad termasuk diri
kita
jadi pada hakikatnya tanpa
dibangunkan kita ini adalah daripada
Nur
Muhammad juga karena tidak
mungkin bahkan tidak pernah terjadi
pohon
pisang berbuah nangka, karena asal
kita adalah Nur Muhammad pohonnya
maka kita adalah buahnya yaitu Nur
Muhammad juga asalnya secara
hakikat. Walau dalam perjalanannya
manusia tidaklah sama seperti
pisang ada yg enak, ada yg berbiji,
dll begitu pula dengan Nur
Muhammad dalam diri seseorang
maka tugas kita menjadikan Nur itu
gemilang dan kemilau dengan
cahayanya seperti para waliyullah
atau
orang2 yg dipilih Allah karena cahaya
ilmu keikhlasan, keimanan dan
ketaqwaan juga cinta mereka.
Kalau kita bukan Nur Muhammad
asalnya maka ke manakah kita akan
kembali setelah nafas ini tidak lagi
diijinkan oleh Allah berhembus?
Yang tinggal hanya sebujur jasad
berbau bangkai biar pun sakti
mandraguna, banyak ilmu, harta,
berpangkat, selebritis sekalipun
tetaplah sesosok jenazah yg menanti
pengadilan akhirat untuk
pertanggung jawaban atas semua
perbuatannya selama di alam dunia.
Tanah akan kembali ke tanah, Air
akan kembali ke air, Angin akan
kembali ke angin dan Api akan
kembali ke asalnya pula…sedangkan
diri
iniadalah dari/milik Allah (Nur
Muhammad sebagai Bapaknya Ruh
dan
Nabi Adam AS adalah Bapak Jasad )
yg mana termaktub dalam Alquran
dan
tidak asing lagi di telinga kita yaitu
“INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI
ROJIUN” ( SESUNGGUH KAMI MILIK
ALLAH DAN SESUNGGUHNYA KAMI
KEPADA
ALLAH JUGA AKAN PULANG/
KEMBALI) yang biasa kita dengar bila
ada
musibah atau saudara kita ada yg
meninggal.
Apabila kita menyakini diri kita
berasal dari Nur Muhammad maka
kita
harus bersyahadat dan bersaksi
bahwa kita adalah berasal darinya
atau
mengaku diri kita ini adalah Nur
Muhammad karena merasa buah
pisang
maka kita adalah berasal dari pohon
pisang bukan dari pohon lain.
Aplikasinya :
Untuk membangunkan maaf saya
tidak pakai istilah itu tapi untuk
membenarkan atau menyatakan diri
ini adalah Nur Muhammad asalnya
adalah yaitu:
1x atau 3x, dan nafas ditarik dengan
“YAHU” dengan HUU ( panjang baca
dalam hati) kemudian ditahan dan
lidah dilekukkan di lelangit.
Kemudian baca di dalam hati :
INNI BIHAQQI MUHAMMADIN ALHAQ
QULHAQ ( sesungguhnya diriku
adalah
kebesaran wujud NUR MUHAMMAD
yang sebenar-benarnya)
waktu keluar nafas baca ALLAHU
AKBARsaya tuliskan yg bisa
dipakai untuk umum sesuai niat
untuk apa yaitu:
Kita pakai pernafasan perut/dada
biasa yaitu saat menarik nafas
dengan
menyebut Syahadat gaib, Tarik
nafas dari hidung ucapkan dalam
hati
"YAHU" dengan "HU" ( panjang)
sampai perut/dada penuh tahan
dan naikan
lidah dilekukkan di lelangit mulut
lalu baca syahadat silahkan pilih
syahadat2 di atas atau yg umum
saja "LAA ILAHA ILLALLAH" 11x
atau 21x
lalu keraskan perut sedikit
setelah itu keluarkan nafas pelan2
dari
mulut...ulan
Minggu, 12 Juli 2015
singgasana o_0
Manusia itu sesungguhnya mati,
kecuali yang berilmu,
yang berilmu pula tertidur,
kecuali yang mengamalkan ilmunya,
yang mengamalkanya pula tertipu,
kecuali yang Ikhlas.
maka, ingatlah,
janganlah tertipu,
walaupun,
penipuan yang tidak disedari,
ingatlah,
apabila nyata ketiadaan dirimu itu,
maka nyatalah yang ADA,
siapakah yang Ada itu?
tidak lain,
KEBENARAN (Al Haq),
oleh itu,
“matikanlah dirimu sebelum kamu
mati”,
maka,
siapakah yang ada setelah kematian
dirimu itu?
tidak lain,
AKU ( Al Haq) lah yang Ada.
Setelah Dia yang ada,
maka selain dariNya adalah,
fatamorgana,
hanya bayangan,
hanya kekosongan,
dan sesungguhnya Dialah yang
meliputi
kekosongan dan ketiadaan dirimu
itu,
maka ingatlah,,
kekosongan dirimu itulah,
dan ketiadaan dirimu itulah,
SINGGAHSANA NYA,
dan di situlah Dia bersemayam,
bukan pada jasadmu,
bukan pada jiwamu,
bukan di hatimu,
dan bukan juga pada ruhmu.
oh,,
betapa indanya ini,
bagi yang mengerti.
Sabtu, 11 Juli 2015
nasehat rasulullah
Berikut adalah kutipan dari berbagai
sumber mengenai wasiat - wasiat
dari Nabi Muhammad SAW, untuk Ali
bin Abi Thalib ra. wasiat itu juga
untuk kita semua bila mengaku
sebagai umat Nabi SAW dan pecinta
Ahlul Bait, Wasiat ini ini bersumber
dari Imam Ja’far Ash-Shadiq dari
ayahnya Imam Muhammad Al-Baqir,
dari ayahnya Imam Ali Zainal Abdidin,
dari ayahnya Imam Husein, dari
ayahnya Ali bin Abi Thalib (ra).
Dalam wasiatnya kepada Imam Ali bin
Abi Thalib (ra) Rasulullah saw
bersabda:
“Wahai Ali, aku wasiatkan padamu
suatu wasiat, maka jagalah wasiatku
ini. Kamu akan selalu berada dalam
kebaikan selama kamu menjaga
wasiatku ini.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang
menahan amarahnya padahal ia
mampu menunaikannya, Allah akan
menjamin baginya keamanan dan
keimanan sehingga dengannya ia
mendapat kenikmatan pada hari
kiamat.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang belum
memperbaiki wasiatnya saat
menjelang kematiannya, ia memiliki
kekurangan dalam kehormatan dirinya
(marwah) dan ia tak layak mendapat
syafa'at.”
“Wahai Ali, perjuangan yang paling
utama adalah orang yang tidak
berduka karena kezaliman
seseorang.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang
lisannya ditakuti oleh manusia, maka
ia adalah penghuni neraka.”
“Wahai Ali, manusia yang paling
buruk adalah orang yang dimuliakan
oleh manusia karena takut pada
keburukannya.”
“Wahai Ali, manusia yang paling
buruk adalah orang yang menjual
akhiratnya dengan dunianya. Lebih
buruk lagi dari itu orang yang
menjual akhiratnya dengan dunia
orang lain.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang tidak
menerima alasan orang yang ingin
melepaskan diri (dari dosa, pidana;
ini penjelasan dlm kitab Al-Bihar),
benar atau dusta, maka ia tidak akan
mendapat syafaatku.”
“Wahai Ali, sesungguhnya Allah Azza
wa Jalla lebih mencintai dusta untuk
kemaslahatan dan lebih membenci
kejujuran dalam kerusakan.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang
meninggalkan khomer karena selain
Allah, maka Allah akan memberinya
minuman khomer yang murni (Ar-
Rahiqil makhtum, lihat QS 83: 25).
Kemudian Imam Ali (ra) bertanya:
Karena selain Allah?? Rasulullah Saw
menjawab: “Ya, untuk menjaga
dirinya, Allah bersyukur padanya atas
hal itu.”
“Wahai Ali, peminum khomer seperti
penyembah berhala. Wahai Ali, orang
yang minum khomer, Allah azza wa
jalla tidak menerima shalatnya selama
empat puluh hari. Dan jika ia mati
maka matinya mati kafir”
“Wahai Ali, setiap yang memabukkan
hukumnya haram, dan setiap yang
memabukkan dalam kapasitas yang
banyak maka seteguk pun darinya
hukumnya haram.”
“Wahai Ali, semua dosa terjadinya di
dalam rumah, dan kuncinya adalah
minuman khomer.”
“Wahai Ali, akan datang pada
peminum khomer suatu saat ia tidak
mengenal Tuhannya azza wa jalla.
“Wahai Ali, memindahkan gunung-
gunung yang tak bergerak lebih
mudah ketimbang memindahkan
kekuasaan yang saatnya berakhir,
tidak kurang dari beberapa hari.”
“Wahai Ali, orang yang tidak
bermanfaat agama dan dunianya,
maka tidak ada kebaikan bagimu
dalam majlis-majlisnya. Dan
barangsiapa yang tidak menjaga
hakmu, maka kamu tidak wajib
menjaga haknya dan
kehormatannya.” (Biharul Anwar 77:
46-47)
Ali bin Abi Thalib berkata : "Bahwa
Rasulullah berwasiat kepadaku
dengan sabda beliau :
"Ya Ali! Aku berwasiat kepadamu
dengan sesuau wasiat, maka jagalah
dia baik-baik, kerana selama engkau
memelihara wasiat ini nescaya
engkau akan tetap berada dalam
kebaikan.
Ya Ali! Bagi orang mukmin itu ada
tiga tanda :Melakukan solat, berpuasa
dan berzakat. Dan bagi orang munafik
ada pula tiga tandanya : Pura-pura
sayang bila berhadapan, mengumpat
di belakang dan gembira bila orang
lain mendapat musibah.
Bagi orang zalim ada tiga cirinya :
Menggagahi orang bawahannya
dengan kekerasan, orang diatasnya
dengan kedurhakaan dan melahirkan
kezalimannya secara terang-
terangan.
Bagi orang riya' ada tiga tandanya :
rajin bila di depan orang ramai, malas
bila bersendirian dan ingin dipuji
untuk semua perkara
Bagi orang munafik ada tiga alamat :
Bohong bila berkata, mungkir bila
berjanji dan khianat apabila
dipercayai.
Ya Ali, bagi orang pemalas ada tiga
tanda : menunda-nundakan waktu,
mensia-siakan kesempatan dan
melalaikannya sampai berdosa.
Dan tidak patut orang berakal
menonjolkan dirinya kecuali tiga
perkara : berusaha untuk
penghidupan atau mencari hiburan
dalam sesuatu perkara yang tidak
terlarang atau mengenangkan hari
akhirat.
Ya Ali! Diantara bukti orang yang
percaya kepada Allah ialah tidak
mencari keredhaan seseorang dengan
kemurkaan Allah, tidak menyanjung
seseorang atas nikmat yang diterima,
dan tidak mencela sesorang bila tidak
mendapat nikmat Allah. Ingatlah
bahawa rezeki tidak dapat diraih oleh
orang yang sangat tamak
mendapatkannya dan tidak pula dapat
dielak oleh orang yang tidak
menyukainya. Allah telah menjadikan
nikmat kurunia dan kelapangan itu
dalam yakin dan redha dengan
pemberian Allah dan Ia menjadikan
kesusahan dan kedukaan itu dalam
murka terhadap rezeki yang telah
ditentukan oleh Allah
Ya Ali! Tidak ada kefakiran yang lebih
hebat daripada kebodohan, tidak ada
harta yang lebih berharga daripada
akal, tiada kesepian yang lebih sunyi
daripada ujub ( Kagum kepada diri
sendiri ), tiada kekuatan yang lebih
kuat daripada musyawarah, tiada
iman keyakinan, tiada wara' yang
lebih baik daripada menahan
diri,keindahan seindah budi pekerti
dan tidak ada ibadah yang melebihi
tafakkur.
Ya Ali! Segala sesuatu itu ada
penyakitnya. Penyakit bicara adalah
bohong, penyakit ilmu lupa, penyakit
ibadah adalah riya', penyakit budi
pekerti adalah memuji, penyakit
berani adalah agresif, penyakit
pemurah adalah menyebut-nyebut
pemberian, penyakit cantik adalah
sombong, penyakit bangsawan adalah
bangga, penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menonjolkan
diri, penyakit kaya adalah bakhil,
penyakit royal (mewah) adalah
berlebih-lebihan dan penyakit agama
adalah hawa nafsu.
Ya Ali! Apabila engkau disanjung
orang, bacalah kalimat ini : Ya Allah,
jadikanlah aku lebih baik daripada
apa yang mereka katakan. Ampunilah
dosaku apa yang mereka tidak
ketahui, dan janganlah aku disiksa
tentang apa-apa yang mereka
katakan.
Ya Ali! Apabila engkau puasa sampai
petang, maka ucapkanlah dikala
engkau berbuka : "Untuk-Mu lah aku
berpuasa dan dengan rezeki-Mu lah
aku berbuka." Nescaya dituliskan
bagimu pahala orang puasa pada hari
itu dengan tidak kurang sedikit pun
daripada pahala mereka Ketahuilah,
bahawa bagi setiap orang yang
berpuasa itu ada doa yang
diperkenankan. Maka jika ia pada
permulaan suapannya waktu makan
mengucapkan : "Dengan nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, wahai Tuhan Yang Maha
Luas pengampunan-Nya, ampunilah
aku." nescaya diampuni dosanya.
Ketahuilah bahawa puasa itu adalah
perisai yang akan menangkis bahaya
api neraka.
Ya Ali! perbanyakkanlah membaca
surah Yasin kerana didalamnya
terdapat sepuluh macam berkat. Tiada
orang yang membacanya waktu lapar
(puasa) kecuali kenyang, tiada yang
haus kecuali lepas hausnya, tiada
yang bertelanjang kecuali peroleh
pakaian, tiada yang sakit melainkan
sembuh, tiada yang takut kecuali
aman, tiada yang dipenjarakan
melainkan lepas, tiada yang bujang
melainkan kahwin, tiada musafir
melainkan matanya terang dalam
perjalanan, tiada orang yang hilang
barangnya melainkan menemukannya,
tidak dibacakan keatas orang yang
hampir tiba ajalnya melainkan
diringankan baginya. Barangsiapa
membacanya ketika subuh nescaya ia
akan aman sampai petang dan
barangsiapa yang membacanya di
waktu petang nescaya ia akan aman
sehingga ke pagi.
Ya Ali! Bacalah surah ad-Dukhan
pada malam Jumaat nescaya Allah
memberi keampunan kepadaMu.
Ya Ali! bacalah surah Hasyr nescaya
engkau akan berkumpul pada hari
kiamat dalam keadaan aman dari
sesuatu.
Ya Ali! bacalah surah al-Mulk dan as-
sajdah nescaya engkau diselamatkan
Tuhan dari marabahaya hari kiamat.
Ya Ali! bacalah surah al-Mulk waktu
tidur nescaya engkau selamat dari
azab kubur dan dari pertanyaan
malikat munkar dan nakir.
Ya Ali bacalah surah al-Ikhlas dalam
keadaan berwudhu' nescaya engkau
akan diseru pada hari kiamat : Hai
pemuji Tuhan, bangkitlah, maka
kemudian masuklah ke dalam syurga.
Ya Ali! bacalah surah al-baqarah
kerana membacanya itu membawa
berkat. Dan tidak mahu membacanya
itu membawa penyesalan.
Ya Ali! jangan terlalu lama duduk di
bawah cahaya matahari kerana itu
akan menimbulkan penyakit lama
datang kembali, merusakkan pakaian
dan mengubah warna muka.
Ya Ali! Engkau akan aman dari
bahaya kebakaran jika engkau
mengucapkan : subhana rabbi lailaha
illa anta a'laika tawakkaltu wa anta
rabbul 'arsyil 'azim.
Ya Ali! Engkau aman dari was-was
syaitan bila engkau baca :
ﻮﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃﺖ ﺍﻠﻗﺮﺁﻥ ﺟﻌﻠﻨﺍ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻥ ﺍﻠﻨﻴﻥ ﻻ
ﻴﺆﻤﻨﻭﻥ.. (surah al-Isra' : 45-46)
Ya Ali! apabila engkau berdiri di
depan cermin maka ucapkanlah : Ya
Allah sebagaimana Engkau telah
mengindahkan kejadianku maka
indahkanlah pula budi pekertiku dan
berikanlah aku rezeki.
Ya Ali! apabila engkau keluar dari
rumah untuk sesuatu hajat keperluan
maka bacalah ayat kursi nescaya
hajat engkau insyaAllah sampai.
Ya Ali lakukanlah solat ditengah
malam sebentar walaupun sesingkat
kadar waktu memerah susu kambing
dan berdoalah kepada Allah di waktu
sahur ( yang lebih hebat dariapda
tiada adalah
Adab dan Etika Mengenai Hubungan
Suami - istri
Dalam hadis yang bersumber dari Abu
Said Al-Khudri, Rasulullah saw
pernah berwasiat kepada menantunya
Ali bin Abi Thalib (ra):
“Wahai Ali, jika isterimu memasuki
rumahmu, hendaknya melepaskan
sandalnya ketika ia duduk, membasuh
kedua kakinya, menyiramkan air
dimulai dari pintu rumahmu sampai
ke sekeliling rumahmu. Karena,
dengan hal ini Allah mengeluarkan
dari rumahmu 70.000 macam kefakiran
dan memasukkan ke dalamnya 70.000
macam kekayaan, 70.000 macam
keberkahan, menurunkan kepadamu
70.000 macam rahmat yang meliputi
isterimu, sehingga rumahmu diliputi
oleh keberkahan dan isterimu
diselamatkan dari berbagai macam
penyakit selama ia berada di
rumahmu."
Cegahlah isterimu (selama seminggu
dari awal perkawinan) minum susu
dan cuka, makan Kuzbarah (sejenis
rempah-rempah, ketumbar) dan apel
yang asam. Ali bertanya: Ya
Rasulallah, mengapa ia dilarang dari
empat hal tersebut? Rasulullah saw
menjawab: Empat hal tersebut dapat
menyebabkan isterimu mandul dan
tidak membuahkan keturunan.
Sementara tikar di rumahmu lebih
baik dari perempuan yang mandul.
Kemudian Ali (sa) bertanya: Ya
Rasulallah, mengapa ia tidak boleh
minum cuka? Rasulullah saw
menjawab: Cuka dapat menyebabkan
tidak sempurna kesucian dari
haidnya; Kuzbarah menyebabkan
darah haid berakibat negatif terhadap
kandungannya dan mempersulit
kelahiran; sedangkan apel yang asam
dapat menyebabkan darah haid
terputus sehingga menimbulkan
penyakit baginya. Kemudian
Rasulullah saw bersabda:
Pertama: Wahai Ali, janganlah kamu
menggauli isterimu pada awal bulan,
tengah bulan, dan akhir bulan, karena
hal itu mempercepat datangnya
penyakit gila, kusta, dan kerusakan
syaraf padanya dan keturunannya.
Kedua: Wahai Ali, janganlah kamu
menggauli isterimu sesudah Zhuhur,
karena hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan jiwa anak mudah
goncang, dan setan sangat menyukai
manusia yang jiwanya goncang.
Ketiga: Wahai Ali, janganlah kamu
menggauli isterimu sambil berbicara,
karena hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan kebisuan. Dan
janganlah seorang suami melihat
kemaluan isterinya, hendaknya
memejamkan mata ketika
berhubungan, karena melihat
kemaluan dapat menyebabkan
kebutaan pada anak.
Keempat: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu dengan dorongan
syahwat pada wanita lain
(membayangkan perempuan lain),
karena (bila dikaruniai anak)
dikhawatirkan memiliki sikap seperti
wanita itu dan memiliki gangguan
kejiwaan.
Kelima: Wahai Ali, barangsiapa yang
bercumbu dengan isterinya di tempat
tidur janganlah sambil membaca Al-
Qur’an, karena aku khawatir turun api
dari langit lalu membakar keduanya.
Keenam: Wahai Ali, jangan menggauli
isterimu dalam keadaan telanjang
bulat, juga isterimu, karena khawatir
tidak tercipta keseimbangan syahwat,
yang akhirnya menimbulkan
percekcokan di antara kalian berdua,
kemudian menyebabkan perceraian.
Ketujuh: Wahai Ali, janganlah
menggauli isterimu dalam keadaan
berdiri, karena hal itu merupakan
bagian dari prilaku anak keledai, dan
(bila dianugrahi anak) ia suka
ngencing di tempat tidur seperti anak
keledai ngencing di sembarangan
tempat.
Kedelapan: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada malam ‘Idul
Fitri, karena hal itu (bila dikaruniai
anak) dapat menyebabkan anak
memiliki banyak keburukan.
Kesembilan: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada malam ‘Idul
Adhha, karena (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan jari-jarinya tidak
sempurna, enam atau empat jari-jari.
Kesepuluh: wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di bawah pohon
yang berbuah, karena hal itu (bila
dianugrahi anak) dapat menyebabkan
ia menjadi orang yang penyambuk
atau pembunuh atau tukang sihir.
Kesebelas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di bawah
langsung sinar matahari kecuali
tertutup oleh tirai, karena hal itu (bila
dianugrahi anak) dapat menyebabkan
kesengsaraan dan kefakiran sampai ia
meninggal.
Kedua belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di antara adzan
dan iqamah, karena hal itu (bila
dikaruniai anak) dapat menyebabkan
ia suka melakukan pertumpahan
darah.
Ketiga belas: Wahai Ali, jika isterimu
hamil, janganlah menggaulinya
kecuali kamu dalam keadaan
berwudhu’, karena hal itu (bila
dikaruniai anak) dapat menyebabkan
ia buta hatinya dan bakhil tangannya.
Keempat belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada malam Nisfu
Sya’ban, karena hal itu (bila
dikaruniai anak) dapat menyebabkan
tidak bagus biologisnya, bertompel
pada kulit dan wajahnya.
Kelima belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada akhir bulan
bila sisa darinya dua hari (hari
mahaq), karena hal itu (bila anugrahi
anak) dapat menyebabkan ia suka
bekerjasama dan menolong orang
yang zalim, dan menjadi perusak
persatuan kaum muslimin.
Keenam belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di atas dak
bangunan ( yang tidak beratap),
karena hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan ia menjadi orang
munafik, riya’, dan ahli bi’ah.
Ketujuh belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu ketika hendak
melakukan perjalanan (bermusafir),
jangan menggaulinya pada malam itu,
karena hal itu (bila dikaruniai anak)
dapat menyebabkan ia suka
membelanjakan harta di jalan yang
tidak benar (pemboros). Kemudian
Rasulullah saw membacakan firman
Allah swt:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺒَﺬِّﺭِﻳْﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﺇِﺧْﻮَﺍﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴْﻦَ .
Sesungguhnya pemboros-pemboros
itu adalah saudara-saudara
setan.” (Al-Isra’: 27).
Kedelapan belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu jika kamu hendak
bermusafir 3 hari 3 malam, karena hal
itu (bila dianugrahi anak) dapat
menyebabkan ia menjadi penolong
orang yang zalim.
Kesembilan belas: Wahai Ali, gauilah
isterimu pada malam senin, karena
hal itu (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia menjadi pemelihara
Al-Qur’an, ridha terhadap pemberian
Allah swt.
Kedua puluh: Wahai Ali, jika kamu
menggauli isterimu pada malam
Selasa, hal itu (bila dikaruniai anak)
dapat menyebabkan ia dianugrahi
syahadah setelah bersaksi
“Sesungguhnya tiada tuhan kecuali
Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah”, tidak disiksa oleh Allah
bersama orang-orang yang musyrik,
bau mulutnya harum, hatinya
penyayang, tangannya dermawan,
dan lisannya suci dari ghibah dan
dusta.
Kedua puluh satu: Wahai Ali, jika
kamu menggauli isterimu pada malam
Kamis, hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan ia menjadi ahli
hukum dan orang yang ‘alim.
Kedua puluh dua: Wahai Ali, jika
kamu menggauli isterimu pada hari
Kamis setelah matahari tergelincir,
hal itu (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia tidak didekati setan
sampai berubah rambutnya, menjadi
orang yang mudah paham, dan
dianugrahi oleh Allah Azza wa Jalla
keselamatan dalam agama dan di
dunia.
Kedua puluh tiga: Wahai Ali, jika
kamu menggauli isterimu pada malam
Jum’at, hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan ia menjadi orang
yang orator. Jika kamu menggauli
isterimu pada hari Jum’at setelah
Ashar, (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia menjadi orang yang
terkenal, termasyhur dan ‘alim. Jika
kamu menggauli isterimu pada malam
Jum’at sesudah ‘Isya’, maka
diharapkan kamu memiliki anak yang
menjadi penerus, insya Allah.
Kedua puluh empat: Wahai Ali, jangan
gauli isterimu pada awal waktu
malam, karena hal itu (bila dianugrahi
anak) dapat menyebabkan ia menjadi
orang yang tidak beriman, menjadi
tukang sihir yang akibatnya buruk di
dunia hingga di akhirat.
Kedua puluh lima: Wahai Ali, pegang
teguhlah wasiatku ini sebagaimana
aku memeliharanya dari Jibril (as).
(Kitab Makarimul Akhlaq: 210-212
Langganan:
Postingan (Atom)