Sabtu, 11 Juli 2015

nasehat rasulullah


Berikut adalah kutipan dari berbagai
sumber mengenai wasiat - wasiat
dari Nabi Muhammad SAW, untuk Ali
bin Abi Thalib ra. wasiat itu juga
untuk kita semua bila mengaku
sebagai umat Nabi SAW dan pecinta
Ahlul Bait, Wasiat ini ini bersumber
dari Imam Ja’far Ash-Shadiq dari
ayahnya Imam Muhammad Al-Baqir,
dari ayahnya Imam Ali Zainal Abdidin,
dari ayahnya Imam Husein, dari
ayahnya Ali bin Abi Thalib (ra).
Dalam wasiatnya kepada Imam Ali bin
Abi Thalib (ra) Rasulullah saw
bersabda:
“Wahai Ali, aku wasiatkan padamu
suatu wasiat, maka jagalah wasiatku
ini. Kamu akan selalu berada dalam
kebaikan selama kamu menjaga
wasiatku ini.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang
menahan amarahnya padahal ia
mampu menunaikannya, Allah akan
menjamin baginya keamanan dan
keimanan sehingga dengannya ia
mendapat kenikmatan pada hari
kiamat.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang belum
memperbaiki wasiatnya saat
menjelang kematiannya, ia memiliki
kekurangan dalam kehormatan dirinya
(marwah) dan ia tak layak mendapat
syafa'at.”
“Wahai Ali, perjuangan yang paling
utama adalah orang yang tidak
berduka karena kezaliman
seseorang.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang
lisannya ditakuti oleh manusia, maka
ia adalah penghuni neraka.”
“Wahai Ali, manusia yang paling
buruk adalah orang yang dimuliakan
oleh manusia karena takut pada
keburukannya.”
“Wahai Ali, manusia yang paling
buruk adalah orang yang menjual
akhiratnya dengan dunianya. Lebih
buruk lagi dari itu orang yang
menjual akhiratnya dengan dunia
orang lain.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang tidak
menerima alasan orang yang ingin
melepaskan diri (dari dosa, pidana;
ini penjelasan dlm kitab Al-Bihar),
benar atau dusta, maka ia tidak akan
mendapat syafaatku.”
“Wahai Ali, sesungguhnya Allah Azza
wa Jalla lebih mencintai dusta untuk
kemaslahatan dan lebih membenci
kejujuran dalam kerusakan.”
“Wahai Ali, barangsiapa yang
meninggalkan khomer karena selain
Allah, maka Allah akan memberinya
minuman khomer yang murni (Ar-
Rahiqil makhtum, lihat QS 83: 25).
Kemudian Imam Ali (ra) bertanya:
Karena selain Allah?? Rasulullah Saw
menjawab: “Ya, untuk menjaga
dirinya, Allah bersyukur padanya atas
hal itu.”
“Wahai Ali, peminum khomer seperti
penyembah berhala. Wahai Ali, orang
yang minum khomer, Allah azza wa
jalla tidak menerima shalatnya selama
empat puluh hari. Dan jika ia mati
maka matinya mati kafir”
“Wahai Ali, setiap yang memabukkan
hukumnya haram, dan setiap yang
memabukkan dalam kapasitas yang
banyak maka seteguk pun darinya
hukumnya haram.”
“Wahai Ali, semua dosa terjadinya di
dalam rumah, dan kuncinya adalah
minuman khomer.”
“Wahai Ali, akan datang pada
peminum khomer suatu saat ia tidak
mengenal Tuhannya azza wa jalla.
“Wahai Ali, memindahkan gunung-
gunung yang tak bergerak lebih
mudah ketimbang memindahkan
kekuasaan yang saatnya berakhir,
tidak kurang dari beberapa hari.”
“Wahai Ali, orang yang tidak
bermanfaat agama dan dunianya,
maka tidak ada kebaikan bagimu
dalam majlis-majlisnya. Dan
barangsiapa yang tidak menjaga
hakmu, maka kamu tidak wajib
menjaga haknya dan
kehormatannya.” (Biharul Anwar 77:
46-47)
Ali bin Abi Thalib berkata : "Bahwa
Rasulullah berwasiat kepadaku
dengan sabda beliau :
"Ya Ali! Aku berwasiat kepadamu
dengan sesuau wasiat, maka jagalah
dia baik-baik, kerana selama engkau
memelihara wasiat ini nescaya
engkau akan tetap berada dalam
kebaikan.
Ya Ali! Bagi orang mukmin itu ada
tiga tanda :Melakukan solat, berpuasa
dan berzakat. Dan bagi orang munafik
ada pula tiga tandanya : Pura-pura
sayang bila berhadapan, mengumpat
di belakang dan gembira bila orang
lain mendapat musibah.
Bagi orang zalim ada tiga cirinya :
Menggagahi orang bawahannya
dengan kekerasan, orang diatasnya
dengan kedurhakaan dan melahirkan
kezalimannya secara terang-
terangan.
Bagi orang riya' ada tiga tandanya :
rajin bila di depan orang ramai, malas
bila bersendirian dan ingin dipuji
untuk semua perkara
Bagi orang munafik ada tiga alamat :
Bohong bila berkata, mungkir bila
berjanji dan khianat apabila
dipercayai.
Ya Ali, bagi orang pemalas ada tiga
tanda : menunda-nundakan waktu,
mensia-siakan kesempatan dan
melalaikannya sampai berdosa.
Dan tidak patut orang berakal
menonjolkan dirinya kecuali tiga
perkara : berusaha untuk
penghidupan atau mencari hiburan
dalam sesuatu perkara yang tidak
terlarang atau mengenangkan hari
akhirat.
Ya Ali! Diantara bukti orang yang
percaya kepada Allah ialah tidak
mencari keredhaan seseorang dengan
kemurkaan Allah, tidak menyanjung
seseorang atas nikmat yang diterima,
dan tidak mencela sesorang bila tidak
mendapat nikmat Allah. Ingatlah
bahawa rezeki tidak dapat diraih oleh
orang yang sangat tamak
mendapatkannya dan tidak pula dapat
dielak oleh orang yang tidak
menyukainya. Allah telah menjadikan
nikmat kurunia dan kelapangan itu
dalam yakin dan redha dengan
pemberian Allah dan Ia menjadikan
kesusahan dan kedukaan itu dalam
murka terhadap rezeki yang telah
ditentukan oleh Allah
Ya Ali! Tidak ada kefakiran yang lebih
hebat daripada kebodohan, tidak ada
harta yang lebih berharga daripada
akal, tiada kesepian yang lebih sunyi
daripada ujub ( Kagum kepada diri
sendiri ), tiada kekuatan yang lebih
kuat daripada musyawarah, tiada
iman keyakinan, tiada wara' yang
lebih baik daripada menahan
diri,keindahan seindah budi pekerti
dan tidak ada ibadah yang melebihi
tafakkur.
Ya Ali! Segala sesuatu itu ada
penyakitnya. Penyakit bicara adalah
bohong, penyakit ilmu lupa, penyakit
ibadah adalah riya', penyakit budi
pekerti adalah memuji, penyakit
berani adalah agresif, penyakit
pemurah adalah menyebut-nyebut
pemberian, penyakit cantik adalah
sombong, penyakit bangsawan adalah
bangga, penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menonjolkan
diri, penyakit kaya adalah bakhil,
penyakit royal (mewah) adalah
berlebih-lebihan dan penyakit agama
adalah hawa nafsu.
Ya Ali! Apabila engkau disanjung
orang, bacalah kalimat ini : Ya Allah,
jadikanlah aku lebih baik daripada
apa yang mereka katakan. Ampunilah
dosaku apa yang mereka tidak
ketahui, dan janganlah aku disiksa
tentang apa-apa yang mereka
katakan.
Ya Ali! Apabila engkau puasa sampai
petang, maka ucapkanlah dikala
engkau berbuka : "Untuk-Mu lah aku
berpuasa dan dengan rezeki-Mu lah
aku berbuka." Nescaya dituliskan
bagimu pahala orang puasa pada hari
itu dengan tidak kurang sedikit pun
daripada pahala mereka Ketahuilah,
bahawa bagi setiap orang yang
berpuasa itu ada doa yang
diperkenankan. Maka jika ia pada
permulaan suapannya waktu makan
mengucapkan : "Dengan nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, wahai Tuhan Yang Maha
Luas pengampunan-Nya, ampunilah
aku." nescaya diampuni dosanya.
Ketahuilah bahawa puasa itu adalah
perisai yang akan menangkis bahaya
api neraka.
Ya Ali! perbanyakkanlah membaca
surah Yasin kerana didalamnya
terdapat sepuluh macam berkat. Tiada
orang yang membacanya waktu lapar
(puasa) kecuali kenyang, tiada yang
haus kecuali lepas hausnya, tiada
yang bertelanjang kecuali peroleh
pakaian, tiada yang sakit melainkan
sembuh, tiada yang takut kecuali
aman, tiada yang dipenjarakan
melainkan lepas, tiada yang bujang
melainkan kahwin, tiada musafir
melainkan matanya terang dalam
perjalanan, tiada orang yang hilang
barangnya melainkan menemukannya,
tidak dibacakan keatas orang yang
hampir tiba ajalnya melainkan
diringankan baginya. Barangsiapa
membacanya ketika subuh nescaya ia
akan aman sampai petang dan
barangsiapa yang membacanya di
waktu petang nescaya ia akan aman
sehingga ke pagi.
Ya Ali! Bacalah surah ad-Dukhan
pada malam Jumaat nescaya Allah
memberi keampunan kepadaMu.
Ya Ali! bacalah surah Hasyr nescaya
engkau akan berkumpul pada hari
kiamat dalam keadaan aman dari
sesuatu.
Ya Ali! bacalah surah al-Mulk dan as-
sajdah nescaya engkau diselamatkan
Tuhan dari marabahaya hari kiamat.
Ya Ali! bacalah surah al-Mulk waktu
tidur nescaya engkau selamat dari
azab kubur dan dari pertanyaan
malikat munkar dan nakir.
Ya Ali bacalah surah al-Ikhlas dalam
keadaan berwudhu' nescaya engkau
akan diseru pada hari kiamat : Hai
pemuji Tuhan, bangkitlah, maka
kemudian masuklah ke dalam syurga.
Ya Ali! bacalah surah al-baqarah
kerana membacanya itu membawa
berkat. Dan tidak mahu membacanya
itu membawa penyesalan.
Ya Ali! jangan terlalu lama duduk di
bawah cahaya matahari kerana itu
akan menimbulkan penyakit lama
datang kembali, merusakkan pakaian
dan mengubah warna muka.
Ya Ali! Engkau akan aman dari
bahaya kebakaran jika engkau
mengucapkan : subhana rabbi lailaha
illa anta a'laika tawakkaltu wa anta
rabbul 'arsyil 'azim.
Ya Ali! Engkau aman dari was-was
syaitan bila engkau baca :
ﻮﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃﺖ ﺍﻠﻗﺮﺁﻥ ﺟﻌﻠﻨﺍ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻥ ﺍﻠﻨﻴﻥ ﻻ
ﻴﺆﻤﻨﻭﻥ.. (surah al-Isra' : 45-46)
Ya Ali! apabila engkau berdiri di
depan cermin maka ucapkanlah : Ya
Allah sebagaimana Engkau telah
mengindahkan kejadianku maka
indahkanlah pula budi pekertiku dan
berikanlah aku rezeki.
Ya Ali! apabila engkau keluar dari
rumah untuk sesuatu hajat keperluan
maka bacalah ayat kursi nescaya
hajat engkau insyaAllah sampai.
Ya Ali lakukanlah solat ditengah
malam sebentar walaupun sesingkat
kadar waktu memerah susu kambing
dan berdoalah kepada Allah di waktu
sahur ( yang lebih hebat dariapda
tiada adalah
Adab dan Etika Mengenai Hubungan
Suami - istri
Dalam hadis yang bersumber dari Abu
Said Al-Khudri, Rasulullah saw
pernah berwasiat kepada menantunya
Ali bin Abi Thalib (ra):
“Wahai Ali, jika isterimu memasuki
rumahmu, hendaknya melepaskan
sandalnya ketika ia duduk, membasuh
kedua kakinya, menyiramkan air
dimulai dari pintu rumahmu sampai
ke sekeliling rumahmu. Karena,
dengan hal ini Allah mengeluarkan
dari rumahmu 70.000 macam kefakiran
dan memasukkan ke dalamnya 70.000
macam kekayaan, 70.000 macam
keberkahan, menurunkan kepadamu
70.000 macam rahmat yang meliputi
isterimu, sehingga rumahmu diliputi
oleh keberkahan dan isterimu
diselamatkan dari berbagai macam
penyakit selama ia berada di
rumahmu."
Cegahlah isterimu (selama seminggu
dari awal perkawinan) minum susu
dan cuka, makan Kuzbarah (sejenis
rempah-rempah, ketumbar) dan apel
yang asam. Ali bertanya: Ya
Rasulallah, mengapa ia dilarang dari
empat hal tersebut? Rasulullah saw
menjawab: Empat hal tersebut dapat
menyebabkan isterimu mandul dan
tidak membuahkan keturunan.
Sementara tikar di rumahmu lebih
baik dari perempuan yang mandul.
Kemudian Ali (sa) bertanya: Ya
Rasulallah, mengapa ia tidak boleh
minum cuka? Rasulullah saw
menjawab: Cuka dapat menyebabkan
tidak sempurna kesucian dari
haidnya; Kuzbarah menyebabkan
darah haid berakibat negatif terhadap
kandungannya dan mempersulit
kelahiran; sedangkan apel yang asam
dapat menyebabkan darah haid
terputus sehingga menimbulkan
penyakit baginya. Kemudian
Rasulullah saw bersabda:
Pertama: Wahai Ali, janganlah kamu
menggauli isterimu pada awal bulan,
tengah bulan, dan akhir bulan, karena
hal itu mempercepat datangnya
penyakit gila, kusta, dan kerusakan
syaraf padanya dan keturunannya.
Kedua: Wahai Ali, janganlah kamu
menggauli isterimu sesudah Zhuhur,
karena hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan jiwa anak mudah
goncang, dan setan sangat menyukai
manusia yang jiwanya goncang.
Ketiga: Wahai Ali, janganlah kamu
menggauli isterimu sambil berbicara,
karena hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan kebisuan. Dan
janganlah seorang suami melihat
kemaluan isterinya, hendaknya
memejamkan mata ketika
berhubungan, karena melihat
kemaluan dapat menyebabkan
kebutaan pada anak.
Keempat: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu dengan dorongan
syahwat pada wanita lain
(membayangkan perempuan lain),
karena (bila dikaruniai anak)
dikhawatirkan memiliki sikap seperti
wanita itu dan memiliki gangguan
kejiwaan.
Kelima: Wahai Ali, barangsiapa yang
bercumbu dengan isterinya di tempat
tidur janganlah sambil membaca Al-
Qur’an, karena aku khawatir turun api
dari langit lalu membakar keduanya.
Keenam: Wahai Ali, jangan menggauli
isterimu dalam keadaan telanjang
bulat, juga isterimu, karena khawatir
tidak tercipta keseimbangan syahwat,
yang akhirnya menimbulkan
percekcokan di antara kalian berdua,
kemudian menyebabkan perceraian.
Ketujuh: Wahai Ali, janganlah
menggauli isterimu dalam keadaan
berdiri, karena hal itu merupakan
bagian dari prilaku anak keledai, dan
(bila dianugrahi anak) ia suka
ngencing di tempat tidur seperti anak
keledai ngencing di sembarangan
tempat.
Kedelapan: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada malam ‘Idul
Fitri, karena hal itu (bila dikaruniai
anak) dapat menyebabkan anak
memiliki banyak keburukan.
Kesembilan: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada malam ‘Idul
Adhha, karena (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan jari-jarinya tidak
sempurna, enam atau empat jari-jari.
Kesepuluh: wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di bawah pohon
yang berbuah, karena hal itu (bila
dianugrahi anak) dapat menyebabkan
ia menjadi orang yang penyambuk
atau pembunuh atau tukang sihir.
Kesebelas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di bawah
langsung sinar matahari kecuali
tertutup oleh tirai, karena hal itu (bila
dianugrahi anak) dapat menyebabkan
kesengsaraan dan kefakiran sampai ia
meninggal.
Kedua belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di antara adzan
dan iqamah, karena hal itu (bila
dikaruniai anak) dapat menyebabkan
ia suka melakukan pertumpahan
darah.
Ketiga belas: Wahai Ali, jika isterimu
hamil, janganlah menggaulinya
kecuali kamu dalam keadaan
berwudhu’, karena hal itu (bila
dikaruniai anak) dapat menyebabkan
ia buta hatinya dan bakhil tangannya.
Keempat belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada malam Nisfu
Sya’ban, karena hal itu (bila
dikaruniai anak) dapat menyebabkan
tidak bagus biologisnya, bertompel
pada kulit dan wajahnya.
Kelima belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu pada akhir bulan
bila sisa darinya dua hari (hari
mahaq), karena hal itu (bila anugrahi
anak) dapat menyebabkan ia suka
bekerjasama dan menolong orang
yang zalim, dan menjadi perusak
persatuan kaum muslimin.
Keenam belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu di atas dak
bangunan ( yang tidak beratap),
karena hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan ia menjadi orang
munafik, riya’, dan ahli bi’ah.
Ketujuh belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu ketika hendak
melakukan perjalanan (bermusafir),
jangan menggaulinya pada malam itu,
karena hal itu (bila dikaruniai anak)
dapat menyebabkan ia suka
membelanjakan harta di jalan yang
tidak benar (pemboros). Kemudian
Rasulullah saw membacakan firman
Allah swt:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺒَﺬِّﺭِﻳْﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﺇِﺧْﻮَﺍﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴْﻦَ .
Sesungguhnya pemboros-pemboros
itu adalah saudara-saudara
setan.” (Al-Isra’: 27).
Kedelapan belas: Wahai Ali, jangan
menggauli isterimu jika kamu hendak
bermusafir 3 hari 3 malam, karena hal
itu (bila dianugrahi anak) dapat
menyebabkan ia menjadi penolong
orang yang zalim.
Kesembilan belas: Wahai Ali, gauilah
isterimu pada malam senin, karena
hal itu (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia menjadi pemelihara
Al-Qur’an, ridha terhadap pemberian
Allah swt.
Kedua puluh: Wahai Ali, jika kamu
menggauli isterimu pada malam
Selasa, hal itu (bila dikaruniai anak)
dapat menyebabkan ia dianugrahi
syahadah setelah bersaksi
“Sesungguhnya tiada tuhan kecuali
Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah”, tidak disiksa oleh Allah
bersama orang-orang yang musyrik,
bau mulutnya harum, hatinya
penyayang, tangannya dermawan,
dan lisannya suci dari ghibah dan
dusta.
Kedua puluh satu: Wahai Ali, jika
kamu menggauli isterimu pada malam
Kamis, hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan ia menjadi ahli
hukum dan orang yang ‘alim.
Kedua puluh dua: Wahai Ali, jika
kamu menggauli isterimu pada hari
Kamis setelah matahari tergelincir,
hal itu (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia tidak didekati setan
sampai berubah rambutnya, menjadi
orang yang mudah paham, dan
dianugrahi oleh Allah Azza wa Jalla
keselamatan dalam agama dan di
dunia.
Kedua puluh tiga: Wahai Ali, jika
kamu menggauli isterimu pada malam
Jum’at, hal itu (bila dianugrahi anak)
dapat menyebabkan ia menjadi orang
yang orator. Jika kamu menggauli
isterimu pada hari Jum’at setelah
Ashar, (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia menjadi orang yang
terkenal, termasyhur dan ‘alim. Jika
kamu menggauli isterimu pada malam
Jum’at sesudah ‘Isya’, maka
diharapkan kamu memiliki anak yang
menjadi penerus, insya Allah.
Kedua puluh empat: Wahai Ali, jangan
gauli isterimu pada awal waktu
malam, karena hal itu (bila dianugrahi
anak) dapat menyebabkan ia menjadi
orang yang tidak beriman, menjadi
tukang sihir yang akibatnya buruk di
dunia hingga di akhirat.
Kedua puluh lima: Wahai Ali, pegang
teguhlah wasiatku ini sebagaimana
aku memeliharanya dari Jibril (as).
(Kitab Makarimul Akhlaq: 210-212

Tidak ada komentar:

Posting Komentar